Harga Minyak Turun 2%, Pasar Pantau Sanksi Rusia dan Rencana OPEC
Harga minyak dunia terkoreksi sekitar 2 persen pada perdagangan Selasa, melanjutkan tren penurunan untuk hari ketiga berturut-turut. Pelemahan harga minyak ini dipicu evaluasi investor terhadap dampak sanksi Amerika Serikat terhadap perusahaan minyak Rusia terhadap pasokan global, serta spekulasi rencana kenaikan produksi oleh OPEC .
Data Harga Minyak Hari Ini
Kontrak berjangka minyak mentah Brent mengalami penurunan sebesar 1,9 persen ke level USD64,40 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga turun 1,9 persen menjadi USD60,15 per barel.
Dampak Sanksi AS Terhadap Minyak Rusia
Sanksi Amerika Serikat yang menargetkan dua raksasa energi Rusia, Lukoil dan Rosneft, menjadi fokus utama pasar minyak. Namun, kekhawatiran pasokan global sedikit teredam setelah pemerintah AS memberikan pengecualian sanksi untuk operasi bisnis Rosneft di Jerman.
Phil Flynn, Analis Senior Price Futures Group, mengungkapkan: "Pengecualian untuk Jerman ini memberi sinyal bahwa sanksi bisa diterapkan secara fleksibel, mengurangi kekhawatiran pasar tentang pengetatan pasokan minyak secara drastis."
Respons Perusahaan Minyak Rusia
Menanggapi sanksi tersebut, Lukoil - produsen minyak terbesar kedua Rusia - mengumumkan rencana penjualan aset internasionalnya. Langkah ini menjadi respons paling signifikan dari perusahaan Rusia sejak sanksi Barat diberlakukan akibat invasi ke Ukraina. Lukoil sendiri menyumbang sekitar 2 persen dari total produksi minyak global.
Prospek Produksi OPEC
OPEC dilaporkan sedang mempertimbangkan kenaikan produksi minyak secara moderat pada Desember mendatang. Kelompok produsen minyak ini sebelumnya telah memangkas produksi selama beberapa tahun untuk menopang harga, dan mulai membalikkan kebijakan tersebut sejak April.
"Ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai seberapa besar kapasitas cadangan OPEC yang sebenarnya masih tersisa," tambah Flynn.
Faktor Pendukung Harga Minyak
Meskipun terkoreksi, permintaan minyak mentah tetap kuat menurut CEO Saudi Aramco. Permintaan dari China yang solid menjadi faktor pendukung, bersama dengan potensi kesepakatan dagang antara AS dan China yang sedang dibicarakan menjelang pertemuan pimpinan kedua negara.
Data Persediaan Minyak AS
Data terbaru dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan penurunan persediaan minyak AS untuk pekan yang berakhir 24 Oktober:
Stok minyak mentah turun 4,02 juta barel
Persediaan bensin berkurang 6,35 juta barel
Stok distilat menyusut 4,36 juta barel
Penurunan persediaan ini biasanya memberikan tekanan naik pada harga minyak, meskipun belum cukup untuk mengimbangi sentimen negatif dari perkembangan sanksi Rusia dan rencana produksi OPEC .
Artikel Terkait
Bitcoin Tembus Rp1,39 Miliar, Tertinggi dalam Tiga Bulan Didorong Arus Dana Institusional
BRI Gandeng Grab, Beri Diskon Belanja dan Transportasi bagi Pemegang Kartu Kredit
MNC Bank Medan Bagikan Hadiah Cashback Jutaan Rupiah Lewat Program Tabungan Dahsyat Arisan
IHSG Ditutup Menguat 1,22 Persen ke 7.057, Didorong Sektor Barang Baku dan Keuangan