Dina Dellyana, Kepala Inkubator Bisnis SBM ITB, mencatat jumlah pendaftar ke inkubatornya anjlok 40-50 persen pasca-kasus eFishery.
3. Perubahan Fokus Investor
Menurut Rama Mamuaya dari Amvesindo, investor kini lebih fokus pada kualitas pendapatan, tata kelola, dan fundamental model bisnis, bukan sekadar valuasi besar.
Evaluasi Ekosistem Startup Pasca-Kasus eFishery
Kasus eFishery menyoroti beberapa masalah sistemik dalam ekosistem startup Indonesia:
- Tekanan growth at all costs dari investor yang menargetkan pengembalian 3-10 kali lipat
- Lemahnya regulatory sandbox OJK dalam pengawasan startup
- Kebutuhan transisi dari valuation-driven menjadi value-driven business
Kerugian Finansial dan Hukum
Kuasa hukum PT MTN, Andi Simangunsong, mengungkapkan total kerugian yang dilaporkan mencapai dua bagian besar: Rp 15 miliar dari akuisisi yang bermasalah dan USD 313 juta dari fraud laporan keuangan.
Pelaporan ke Pihak Internasional
Selain melaporkan di Indonesia, para investor juga membuat laporan polisi di Singapura tempat induk perusahaan eFishery bernaung. Langkah ini diambil untuk mengirim pesan bahwa tidak ada tempat untuk fraud dalam ekosistem startup.
Proyeksi Masa Depan Startup Indonesia
Meski mengalami guncangan, potensi ekonomi digital Indonesia masih diproyeksikan positif mencapai USD 130-146 miliar pada 2025. Hal ini menunjukkan bahwa investor masih memiliki kepercayaan dasar terhadap pasar Indonesia, meski dengan tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi.
Kasus eFishery menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemangku kepentingan ekosistem startup Indonesia untuk lebih mengedepankan integritas, transparansi, dan tata kelola yang sehat dalam membangun bisnis teknologi.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 7%, Investor Lokal Justru Tembus 21 Juta
Saham Gocap Melonjak Gila-Gilaan di Tengah IHSG yang Terkapar
Transkon Jaya Tarik Pinjaman Rp25 Miliar dari Induk Perusahaan
DAAZ Gandeng Raksasa Global Garap Baterai Kendaraan Listrik