Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia

- Senin, 27 Juli 2026 | 12:18 WIB
Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia

Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Pengunduran diri tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers bersama jajaran Anggota Dewan Gubernur BI di Kantor Bank Indonesia, Senin (27/7).

Perry mengawali kariernya di BI pada 1984, dua tahun setelah meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Iowa State University, Amerika Serikat, meraih gelar Master pada 1989 dan doktor (Ph.D.) pada 1991.

Selama lebih dari tiga dekade, ia menempati berbagai posisi strategis, terutama di bidang riset ekonomi, kebijakan moneter, isu internasional, transformasi organisasi, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, hingga Biro Gubernur. Sebelum menjadi Gubernur BI, Perry menjabat sebagai Deputi Gubernur pada periode 2013–2018. Sebelumnya, pada 2009–2013, ia dipercaya sebagai Asisten Gubernur yang membidangi kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional, sekaligus Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI.

Sebelum kembali ke BI pada 2009, Perry sempat berkiprah di tingkat internasional sebagai Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF). Dalam posisi tersebut, ia mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group pada periode 2007–2009.

Perry dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk masa jabatan 2018–2023 setelah mengucapkan sumpah jabatan pada 24 Mei 2018. Pengangkatannya ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 70/P Tahun 2018 tertanggal 16 April 2018. Ia kembali dipercaya memimpin bank sentral untuk periode kedua, yakni 2023–2028, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 38/P Tahun 2023 tertanggal 5 Mei 2023, dan kembali mengucapkan sumpah jabatan pada 24 Mei 2023.

Sepanjang kariernya, Perry menerima berbagai penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya Pemimpin Terpopuler Di Media Pemberitaan Online 2023 dari Indonesia Government Awards 2023, Anugerah Hamengku Buwono IX dari Universitas Gajah Mada tahun 2022, Pemimpin Terpopuler Di Media Arus Utama 2022 dari Serikat Perusahan Pers, Kategori Pemimpin Terpopuler di Media On-line 2021 dari IDEAS 2022, Governor of the Year se-Asia Pasifik dari media Global Markets tahun 2019, dan Tokoh Syariah ASR 2019 dari Anugerah Syariah Republika tahun 2019.

Di bawah kepemimpinannya, Bank Indonesia juga meraih berbagai penghargaan internasional, antara lain The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards (GIFA) tahun 2022 dan 2018, Best Asset Owner in Southeast Asia dalam Institutional Excellence Award dari Asian Investor tahun 2022, Contact Center World 2021 dan 2022 dengan penghargaan tertinggi Certified World Class, Global Top Ranking Performers dari Central Banking Publications tahun 2021, The Best Macroeconomic Regulator in Asia Pacific dari The Asian Bankers tahun 2020, Gold Winner-Stevie Asia Pacific Award for Innovation in Technology Development kategori Government dari Asia Pacific Stevie Awards tahun 2020, serta The Best Systemic and Prudential Regulator in Asia Pacific Award dari The Asian Banker tahun 2021.

Selain dikenal sebagai bankir sentral, Perry juga aktif menulis buku, jurnal, dan makalah ilmiah di bidang ekonomi, moneter, dan kebanksentralan. Beberapa karya yang diterbitkannya antara lain Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020), Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016), dan Kebijakan Moneter di Indonesia (2003).

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags