Dalam hitungan detik, uang berpindah tangan. Transfer antarbank kini tak lagi memakan waktu berjam-jam, cukup dengan beberapa ketukan di layar ponsel. Di sisi lain, pembayaran lewat QRIS memungkinkan transaksi dari secangkir kopi hingga pembayaran kendaraan hanya dengan memindai kode. Dua kemudahan ini tidak lahir begitu saja.
Di baliknya, ada Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, yang disebut sebagai arsitek utama sistem BI Fast dan QRIS. Meski tidak dikenal secara pribadi oleh banyak orang, kebijakannya telah menyentuh kehidupan sehari-hari jutaan masyarakat.
QRIS, misalnya, menjadi terobosan yang mendobrak dominasi sistem pembayaran asing seperti Visa dan Mastercard. Amerika Serikat sempat mendesak agar QRIS dibatalkan, namun Indonesia tetap melaju dengan sistem pembayaran nasional ini. Kini, transaksi cepat bisa dilakukan hingga ke pelosok daerah.
"Saya tidak kenal dengan beliau. Tapi saya memakai kedua jasa di mana beliau menjadi pembuat kebijakannya. Ini adalah karya yang luar biasa," ujar Made Supriatma, penulis artikel yang mengapresiasi Perry Warjiyo.
Ia menambahkan, "Untuk saya, 'give credit where credit is due.' Berikan apresiasi kepada yang berhak." Made mengaku tidak pernah bertemu atau berurusan dengan Perry Warjiyo, baik secara institusional maupun pribadi. Namun, ia merasa perlu berterima kasih karena kebijakan yang dibuat sedikit mempermudah urusan hidup sehari-hari.
Artikel Terkait
DPR Tunggu Usulan Presiden soal Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo
Menkeu Purbaya Akan Bertemu Pj Gubernur BI Destry Damayanti Setelah Perry Mundur
Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Pemerintah Tunjuk Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas