WMPP Balik Laba Rp130 Miliar di Kuartal I-2026, Ditopang Efisiensi dan Permintaan Protein

- Rabu, 01 Juli 2026 | 15:00 WIB
WMPP Balik Laba Rp130 Miliar di Kuartal I-2026, Ditopang Efisiensi dan Permintaan Protein

PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) membukukan laba bersih Rp130 miliar pada kuartal I-2026, membalikkan kerugian Rp71,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba tersebut melesat 281,5 persen secara tahunan (yoy).

Kenaikan pendapatan 40,9 persen menjadi Rp287,7 miliar menjadi pendorong utama perbaikan kinerja perseroan. CEO Widodo Makmur Tumiyono mengatakan, perbaikan rasio beban pokok pendapatan membuat perseroan berhasil mencatat laba kotor. "Ini menunjukkan Perseroan sudah lebih efisien dalam menjalankan usahanya," ujarnya dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (1/7/2026).

Dari sisi segmen usaha, lini bisnis peternakan unggas (poultry) menjadi kontributor terbesar pendapatan dengan porsi 85,54 persen. Disusul pengolahan daging (meat processing) sebesar 11,52 persen, peternakan sapi (cattle livestock) 1,96 persen, dan komoditas (commodity) 0,99 persen.

Perbaikan kinerja juga tercermin dari beban pokok pendapatan terhadap laba kotor yang naik 156,1 persen yoy menjadi Rp3,2 miliar. Tumiyono menambahkan, permintaan protein hewani diproyeksikan meningkat, baik daging ayam, telur, maupun daging sapi. Apalagi, sektor pangan menjadi fokus pemerintah seiring program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Perseroan juga menunjukkan perbaikan kemampuan membayar utang. Rasio lancar (current ratio) pada kuartal I-2026 mencapai 1,4 kali, dibandingkan 0,7 kali pada kuartal I-2025. "Perbaikan ini merupakan dampak dari restrukturisasi kewajiban Perseroan yang telah disepakati dengan seluruh kreditur," kata Tumiyono.

Sebagai informasi, perseroan dan anak usaha PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) akan menggelar rights issue dengan menerbitkan 8,5 juta saham baru untuk WMPP dan 6 juta saham baru untuk WMUU.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags