Di sebuah rumah berukuran 3x4 meter di gang Kampung Kronggahan, Sleman, Yogyakarta, sejumlah ibu-ibu sibuk menjahit. Di luar, seorang pria memotong lembaran kain di meja besar. Pemandangan ini adalah aktivitas harian produksi baju UMKM Dear June milik Yunita Fauziah Putri (28), yang dirintis sejak 2016 saat ia masih kuliah jurusan manajemen.
Setelah berganti nama beberapa kali, pada 2021 Putri memantapkan hati memberi nama usahanya Dear June, sesuai bulan kelahirannya. Bisnisnya terus berkembang hingga kini mampu mempekerjakan para tetangga.
"Jadi saat saya masuk kuliah, saya memutuskan untuk mau mulai bisnis fashion. Dulu saya cari penjahit rumahan yang kualitasnya sesuai dengan apa yang saya mau," kata Putri di rumahnya, Senin (29/6).
Sejak awal, Putri mengajak tetangga sekitar sebagai mitra. Fokusnya adalah pakaian atasan dan bawahan perempuan dengan target pasar usia 18–30 tahun. Rentang harga produknya berkisar Rp100.000 hingga Rp290.000. Ciri khas busananya adalah motif garis, dan kini ia juga mengembangkan motif polkadot yang tengah digandrungi pasar. "Tapi masih kita berikan sentuhan dari Dear June sendiri," ujarnya.
Fokus Jualan Online Sejak Merintis
Salah satu tantangan berusaha di Yogyakarta adalah tingginya harga sewa ruko. Dengan modal terbatas, Putri sejak awal memilih menjual secara online melalui media sosial. "Awalnya main di sosial media tahun 2016. Jualan lewat Instagram, order lewat WhatsApp," katanya. Seiring kehadiran e-commerce, ia mulai memanfaatkan Shopee sejak 2018.
Tidak Tumbang Saat Pandemi, Bisa Ajak Tetangga Kerja
Berjualan online ternyata tak kalah menguntungkan. Saat pandemi COVID-19, usahanya justru makin cuan. "Kita jualan masker kain, dan alhamdulillah terjual puluhan ribu pieces, cukup membantu cash flow," ungkap Putri. Selepas pandemi, produknya makin dikenal dan karyawannya bertambah. "Penjahit in-house ada lima, plus penjahit rumahan yang ambil potongan kain di sini juga sekitar lima," jelasnya. Saat pesanan membludak seperti jelang Lebaran, ia menurunkan tim tambahan untuk pengemasan.
Ratusan Produk Sehari
Dalam sehari, usaha rumahan ini mampu menghasilkan ratusan produk. "Resi sekarang puluhan sampai ratusan," kata Putri. Produknya telah dikirim ke seluruh Indonesia, termasuk Papua. Mulai tahun ini, produk Dear June juga menembus pasar Singapura dan Malaysia melalui program ekspor Shopee. "Ternyata market terbanyak ada di Singapura," ujarnya.
Ia membagikan tips berjualan di e-commerce: tidak cukup hanya upload katalog, tetapi harus memanfaatkan semua fitur seperti Shopee Video, Shopee Live, dan Shopee Ads. Untuk live, ia menggandeng afiliasi sehingga rezeki mengalir ke banyak orang. Ke depan, Putri berharap usahanya semakin berkembang dan bisa mempekerjakan lebih banyak orang.
Kata Karyawan
Efi Nia Astuti (38), karyawan bagian finishing pembuatan kancing, mengaku sebelumnya hanya ibu rumah tangga. Diajak bekerja oleh Putri, ia tinggal di kampung yang sama. "Dari sini bisa bantu ekonomi keluarga," katanya. Jam kerja yang fleksibel memungkinkannya mengantar anak ke sekolah setiap pagi sebelum berangkat kerja.
Hal senada dirasakan Johan Titi Nur Aini, yang bekerja sejak April 2025. "Alhamdulillah kerja di sini enak, suasananya bagus," ujar Nur, yang memiliki keahlian menjahit. Sebelumnya ia sempat membuka jasa jahit di rumah, namun sepinya pesanan setelah pandemi membuatnya pindah. "Ada teman yang kasih tahu lowongan, saya masuk ke sini," pungkasnya.
Artikel Terkait
BI Ekspansi Operasi Moneter Hingga Rp 1.000 Triliun Jaga Likuiditas
Laba Terjun 50 Persen, CHIP Tetap Tebar Dividen Rp1,43 per Saham
Penjualan Properti Turun, Laba Bersih BSDE Terkoreksi 9% di Kuartal I-2026
Industri Keramik Sambut Penurunan Harga LNG dan Tambahan Alokasi Gas Murah