Untuk pertama kalinya, kompetisi fitness HYROX digelar di Indonesia. AirAsia HYROX Jakarta berlangsung di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, pada 27-28 Juni 2026, dan diikuti hingga 11.500 peserta dari berbagai negara. Sejumlah selebriti turut berpartisipasi, termasuk penyanyi Sheryl Sheinafia.
Sheryl berkompetisi di kategori Doubles Women pada Minggu (28/6). Bergabung sebagai bagian dari tim HYROX Puma, ini menjadi debutnya dalam fitness race tersebut. Baginya, kompetisi ini mengajarkan hal-hal penting soal komunikasi.
“Yang HYROX ajarkan padaku, yaitu percayalah pada komunikasi yang baik dengan partner. Aku beruntung banget karena partner aku adalah sahabat aku sendiri dan dia sangat membantuku buat terus maju dan tidak menyerah,” ucap Sheryl ketika ditemui di NICE PIK 2, Minggu (28/6).
Selain itu, Sheryl juga mengatakan pelajaran berharga lainnya adalah mempercayai kemampuan dan hasil latihan sendiri. Meskipun banyak yang terus memberikan peringatan untuk selalu waspada, ia memilih mendengarkan sinyal tubuh dan percaya pada hasil latihan selama ini.
Sheryl dan rekannya, Karin, sukses menjadi finisher dengan total waktu 1 jam 22 menit. Namun, meski berhasil finish strong, bukan berarti perjuangannya mudah. Ia mengaku menemui beberapa tantangan, salah satunya saat sesi lari. Menurutnya, ia harus ekstra hati-hati untuk menghindari cedera dan tertabrak orang.
“Part paling susah atau menantang adalah ketika lari dan saat mau ngebut, ada orang yang berjalan kaki dan tidak berlari. Kalau jalan kaki tanpa pindah jalur dari jalur cepat, bisa terjadi kecelakaan. Jadi, tadi aku sempat pindah dulu ke jalur kanan buat istirahat, karena jalur kiri banyak yang lari dengan kecepatan tinggi,” paparnya.
Dalam kompetisi HYROX, para atlet harus berlari sejauh 8 km total. Setiap menyelesaikan 1 km, mereka harus melakukan functional workout di station berbeda-beda. Terdapat delapan station: SkiErg, Sled Pull, Sled Push, Burpees, Rowing, Farmers Carry, Sandbag Lunges, dan Wall Ball.
Tantangan bagi Sheryl tidak berhenti di lari. Menurutnya, ada satu station yang paling menantang, yaitu Wall Ball. Ini merupakan workout station terakhir sebelum mencapai garis finish. Di station ini, para atlet harus melakukan squat dan melempar bola besar seberat 4 kg ke arah atas. Bola harus menyentuh titik khusus agar lemparannya tercatat sebagai satu poin. Untuk kategori Doubles Women, setiap tim harus mencatat hingga 100 poin.
“Buat aku yang paling sulit adalah Wall Ball. Ini pertama kalinya aku pakai counter. Aku enggak menyangka ternyata bola yang kulempar justru kena di bagian tengah, bukan di titiknya. Lalu, aku juga kurang squat. Padahal, aku merasa itu station ‘aku banget’ karena dulu aku bermain basket,” tutup Sheryl.
Artikel Terkait
HYROX Debut di Indonesia, Catat Rekor Peserta Terbanyak Asia-Pasifik