PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membidik pertumbuhan lebih tinggi pada 2026 setelah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun lalu. Perusahaan jasa perawatan pesawat ini menargetkan pendapatan tahunan sebesar 542,8 juta dolar Amerika Serikat dengan estimasi laba bersih mencapai 35,1 juta dolar AS.
Target tersebut akan diraih melalui keberlanjutan transformasi korporasi, penguatan fundamental operasional, serta ekspansi pada lini bisnis yang dinilai memiliki margin menguntungkan. Langkah ini menjadi strategi utama perseroan dalam menghadapi dinamika industri penerbangan yang terus berubah.
Memasuki awal 2026, kinerja keuangan GMFI menunjukkan tren positif. Pada kuartal pertama tahun ini, perseroan mencatat laba berjalan sebesar 6,76 juta dolar AS dengan pendapatan usaha mencapai 114,94 juta dolar AS. Capaian ini menjadi modal awal yang kuat untuk merealisasikan target tahunan.
Sepanjang 2025, GMFI memperkuat bisnis melalui diversifikasi dan ekspansi pasar. Di sektor perawatan pesawat komersial, perusahaan tidak hanya mempertahankan pelanggan lama seperti Korean Air, Vietjet Air, dan Cebu Pacific, tetapi juga berhasil menambah pelanggan baru, yakni One Air, Air Swift, dan Texel Air. Perseroan juga menyelesaikan reaktivasi 13 unit Airbus A320 milik Citilink dan dua pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia.
Sementara itu, di sektor pertahanan, GMFI telah menyelesaikan perawatan helikopter Bell 412 hingga unit keempat serta dua pesawat VIP Boeing 737-800. Perusahaan juga memperluas kapabilitas industri pertahanan melalui kerja sama dengan Dassault Aviation dalam program Imbal Dagang Kandungan Lokal dan Offset (IDKLO) pesawat Rafale. Lini bisnis non-commercial aircraft yang mencakup SBU Defense Industry, Industrial Solutions, dan Power Services mencatat pendapatan 36,7 juta dolar AS, tumbuh 59,9 persen secara tahunan.
Di sisi lain, GMFI juga mencatat pencapaian strategis melalui groundbreaking Kertajati Aerospace Park bersama BIJB serta memulai kerja sama dengan Pelita Air untuk layanan perawatan pesawat tipe propeller di Bandar Udara Pondok Cabe. Langkah ini menunjukkan komitmen perseroan dalam memperluas jangkauan layanan.
"Kami telah bertumbuh secara signifikan dan berkelanjutan. Dengan kapabilitas semakin kuat dan adaptif, GMFI akan terus membuka peluang baru untuk memenuhi kebutuhan industri penerbangan nasional maupun global," ujar Andi.
Andi menambahkan, efisiensi dan transformasi yang dijalankan perusahaan menjadi modal untuk memperluas bisnis di tengah dinamika industri.
"Melalui pencapaian positif dan efisiensi yang terjaga di tengah dinamika pasar dan tantangan industri, GMFI siap melangkah lebih jauh dalam menghadirkan solusi terintegrasi bagi industri aviasi maupun sektor lainnya," katanya.
Artikel Terkait
Saham CBRE Melesat 24,46 Persen ke Level ARA, Rights Issue Rp1,91 Triliun Jadi Pemicu
BEI Catat 15 Perusahaan Antre IPO hingga Mei 2026, Didominasi Emiten Aset Besar
Laba Bersih LUCK Melonjak 186 Persen di Kuartal I 2026, Didorong Digitalisasi IT Multimedia
Harita Nickel Umumkan Buyback Saham Rp1 Triliun, Nilai Fundamental Dinilai Belum Tercermin