Pemerintah dan OJK Resmikan Program PINTAR Reksa Dana untuk Dorong Literasi Investasi Mahasiswa

- Rabu, 29 April 2026 | 03:40 WIB
Pemerintah dan OJK Resmikan Program PINTAR Reksa Dana untuk Dorong Literasi Investasi Mahasiswa

Jakarta, 27 April 2026 – Suasana di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi itu terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni biasa, melainkan puncak dari rangkaian panjang Road to Pekan Reksa Dana 2026. Acaranya? Peluncuran Program Investasi Terencana dan Berkala, atau yang lebih dikenal dengan PINTAR Reksa Dana.

Sebelum sampai ke Jakarta, program ini sudah berkeliling ke beberapa kota besar. Surabaya, Medan, Semarang, Makassar, Bandung, dan Palembang. Sepanjang perjalanan, lebih dari 2.500 mahasiswa dan 250 perwakilan media ikut terlibat. Bukan angka yang kecil, memang.

Yang menarik, peresmiannya dilakukan langsung oleh tiga tokoh penting: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. Kehadiran mereka seolah memberi sinyal bahwa urusan literasi investasi ini bukan main-main.

Di sisi lain, PT Inovasi Finansial Teknologi atau yang akrab disapa Makmur turut hadir sebagai mitra APERD. Mereka bukan sekadar penonton. Sepanjang rangkaian acara, Makmur ikut turun tangan, terutama di kota-kota seperti Semarang, Medan, dan Makassar.

Acara dibuka dengan sambutan dari Lolita Liliana, Ketua Presidium APRDI. Ia menjelaskan, sosialisasi ini memang dirancang untuk menjangkau lebih banyak orang.

"Dalam rangka meningkatkan inklusi dan edukasi terkait investasi di kalangan masyarakat Indonesia, APRDI bersama OJK telah melakukan sosialisasi di beberapa kota besar di Indonesia," ujar Lolita. Katanya lagi, kota-kota itu antara lain Surabaya, Jakarta, Medan, Semarang, Makassar, Bandung, dan Palembang.

Menurut sejumlah saksi di lapangan, antusiasme mahasiswa cukup tinggi. Mereka bisa langsung mampir ke booth-booth yang disediakan, mulai dari Manajer Investasi hingga APERD termasuk Makmur. Suasana di lorong Main Hall BEI terasa hidup, penuh tanya jawab dan diskusi kecil.

Setelah sambutan, acara berlanjut ke sesi diskusi. Topiknya seputar perkembangan industri reksa dana dan strategi memperkuat literasi investasi. Hadir sebagai pembicara, antara lain Sander Parawira dari PAPERDO, plus beberapa pemangku kepentingan lain dari regulator dan asosiasi.

Nah, yang menarik perhatian, ada sekitar 250 mahasiswa dari universitas terpilih yang diundang khusus. Mereka tidak hanya duduk mendengarkan, tapi juga bisa berinteraksi langsung dengan para pelaku industri. Ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan ajang belajar langsung dari sumbernya.

Lalu, bagaimana dengan Makmur? Endang Cahyani, Associate Director Makmur, menegaskan komitmen perusahaannya. Katanya, mereka tidak akan berhenti di sini.

"Makmur berkomitmen untuk terus meningkatkan akses investasi yang lebih mudah dan terpercaya bagi investor di Indonesia," ujar Endang. Ia menambahkan, seperti yang sudah dilakukan di Semarang, Medan, dan Makassar, mereka akan terus mengedukasi masyarakat. Tujuannya jelas: mendorong inklusi investasi yang lebih luas.

Keikutsertaan Makmur dari awal hingga akhir dari Semarang, Medan, Makassar, sampai puncak acara di BEI menunjukkan satu hal: mereka serius menjadi mitra strategis industri reksa dana digital. Bukan hanya bicara, tapi benar-benar turun ke lapangan.

Program PINTAR ini sendiri diharapkan bisa membangun kebiasaan investasi yang disiplin sejak dini. Dan melihat antusiasme anak muda tadi, mungkin saja harapan itu bukan sekadar mimpi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar