Tender Wajib WKM untuk Asri Karya Lestari Berakhir Sepi, Tak Ada Saham Publik Dilepas

- Sabtu, 18 April 2026 | 15:50 WIB
Tender Wajib WKM untuk Asri Karya Lestari Berakhir Sepi, Tak Ada Saham Publik Dilepas

Tak ada satu pun pemegang saham publik yang tertarik melepas kepemilikannya. Itulah hasil akhir dari Penawaran Tender Wajib (MTO) yang digelar PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM), pengendali baru PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI). Periode tender yang berjalan hampir sebulan penuh, dari 5 Maret sampai 3 April 2026, berakhir sepi. Nihil.

Padahal, WKM sudah menawarkan harga Rp204 per lembar saham untuk membeli hingga 2,33 miliar saham yang beredar di publik. Tawaran itu rupanya tak cukup menggoda. Laporan resmi yang terbit Kamis (16/4/2026) itu menegaskan, tidak ada saham publik yang berhasil dibeli oleh WKM melalui mekanisme ini.

Alhasil, komposisi kepemilikan pun tak bergeser satu titik pun. WKM tetap menguasai 3,92 miliar saham, atau persis 62,72% dari total saham ASLI. Angka itu sama persis dengan porsi kepemilikan mereka sebelum tender wajib digulirkan.

Kepemilikan mayoritas itu sendiri didapat WKM lewat jalan lain. Mereka sudah lebih dulu merampungkan akuisisi blok saham besar itu pada Januari lalu.

Transaksinya dilakukan lewat crossing di Bursa Efek Indonesia, tepatnya tanggal 19 Januari 2026. WKM mengambil alih 3,92 miliar saham ASLI dari Sudjatmiko, pemegang saham pengendali sebelumnya.

Di balik layar, WKM bukan nama baru di dunia konstruksi. Perusahaan ini diketahui punya hubungan kerja dengan PT Jhonlin Baratama, salah satu perusahaan tambang batu bara swasta di bawah payung besar Jhonlin Group. Kolaborasi ini mungkin memberi sinyal tentang arah bisnis ke depan.

Dengan ditutupnya babak tender wajib yang sepi ini, perhatian kini beralih pada langkah strategis apa berikutnya yang akan diambil oleh pengendali baru ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar