Fokus lain adalah bagaimana perusahaan menilai efek domino dari harga minyak yang melambung. Kenaikan biaya ini berpotensi menekan margin bisnis dan menggerus daya beli konsumen. Patut diingat, meski sempat turun pasca gencatan senjata, harga minyak mentah AS masih naik sekitar 70% sepanjang tahun ini.
Yang menarik, ekspektasi untuk setahun penuh justru makin optimistis. Pendapatan S&P 500 pada 2026 kini diperkirakan naik lebih dari 19%, meningkat dari proyeksi 15% di akhir Februari.
"Pertanyaannya, apakah perkiraan pendapatan itu bisa bertahan? Atau justru akan diturunkan? Panduan dari perusahaan sendiri akan sangat krusial," jelas Brent Schutte dari Northwestern Mutual Wealth Management Company.
Bank: Cermin Kesehatan Ekonomi
Laporan dari bank-bank besar akan memberikan gambaran penting tentang denyut nadi ekonomi. Ada kekhawatiran tersendiri soal perlambatan di pasar tenaga kerja menjelang konflik Timur Tengah.
Goldman Sachs membuka laporan pada Senin. Disusul JPMorgan, Wells Fargo, dan Citigroup pada Selasa. Bank-bank lain akan menyusul di akhir pekan.
Menurut Melson, data dari bank tentang perilaku konsumen akan menjadi petunjuk nyata seberapa besar risiko perlambatan dari sisi konsumsi.
Sementara Giorgi lebih fokus pada komentar tentang aktivitas pinjaman di tengah gejolak geopolitik. "Kalau bank bilang perusahaan-perusahaan cuek saja, tetap berinvestasi dan tetap meminjam, itu sinyal yang positif," katanya.
Di luar laporan keuangan, investor juga akan menyimak data harga produsen AS sebagai indikator inflasi. Guncangan harga minyak butuh waktu untuk meresap ke ekonomi. Jadi, jika perang harga energi ini berlarut, risikonya akan makin besar.
"Semakin lama ini berlangsung, dampaknya terhadap inflasi AS akan semakin dalam," pungkas Schutte.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Tipis, Dua Produk Lainnya Stabil
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 2,86 Juta per Gram
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi
IHSG Naik 6,14%, Saham TRUK Melonjak Lebih dari 100%