Bagaimana dengan ADRO dan ADMR?
Laporan terpisah dari Sucor Sekuritas (16 Maret 2026) menilai kinerja ADRO tetap solid, bahkan melampaui ekspektasi. Laba bersih kuartal IV-2025 mereka capai USD146 juta, naik 15,6 persen dibanding kuartal sebelumnya. Tapi secara tahunan, angkanya turun 26 persen.
Secara keseluruhan, laba bersih 2025 ADRO tercatat USD448 juta. Memang turun drastis 68 persen dari tahun sebelumnya, tapi tetap di atas estimasi kebanyakan analis.
Pendapatan di kuartal akhir tahun itu didongkrak harga jual rata-rata dan volume penjualan yang lebih baik. Meski begitu, margin kotor mereka terpangkas jadi 34 persen dari 42 persen di tahun sebelumnya, imbas pelemahan harga batu bara termal.
Dari sisi operasi, penjualan batu bara kuartal IV-2025 mencapai 1,9 juta ton, naik 21 persen secara kuartalan. Untuk setahun penuh, volumenya 6,3 juta ton, melampaui estimasi analis yang cuma 5,8 juta ton.
Nah, yang jadi perhatian utama justru proyek smelter aluminium milik anak usahanya, ADMR. Fasilitas ini diperkirakan mulai beroperasi tahun ini dengan kapasitas produksi sekitar 280 ribu ton aluminium.
Sentimennya juga lagi bagus. Harga aluminium baru saja melesat ke level tertinggi dalam tiga tahun, menyentuh sekitar USD3.500 per ton. Lonjakan ini terjadi setelah dua smelter besar di Qatar dan Bahrain menghentikan pengiriman akibat ketegangan AS-Iran.
Dengan asumsi harga aluminium sekitar USD3.000 per ton di tahun 2026, Sucor Sekuritas memprediksi laba ADRO bisa mencapai USD514 juta, naik sekitar 15 persen.
Berdasarkan semua prospek itu, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk ADRO dengan target harga Rp3.800. Analis menilai perusahaan punya posisi strategis untuk memonetisasi neraca kuatnya lewat transisi energi, ditambah potensi lonjakan laba dari proyek smelter dan energi terbarukan mulai tahun ini.
Artikel Terkait
Pendapatan Paradise Indonesia Melonjak 32,9% Didorong Proyek Ikonik
Ketegangan AS-Iran Dongkrak Dolar, Pasar Waspadai Inflasi dan Suku Bunga
IEA Peringatkan Kerusakan Aset Energi di Timur Tengah Picu Krisis Global
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram Pasca-Lebaran, Galeri24 dan UBS Stabil