Di sisi lain, Ketut juga memberikan gambaran sumber pasokannya. Impor sapi hidup masih didominasi dari Australia, meski dari Brasil belum banyak yang masuk. Sementara dari dalam negeri, pasokan mengalir dari daerah seperti NTB dan NTT, ditambah dengan kegiatan penggemukan.
"Jadi stok daging relatif sangat cukup, karena kita kan importasinya 700 ribu live cattle (sapi hidup). Dominan dari Australia. Dari Brasil belum banyak yang datang. Kemudian stok daging lokal juga banyak, dari NTB, dari NTT. Kemudian ada penggemukan juga,"
jelasnya lebih lanjut.
Bagaimana dengan harganya? Menurut hasil pantauan pemerintah, tren harga daging sapi mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan atau setidaknya stabil di rata-rata saat ini. Pemerintah berjanji akan terus mengawasi agar harga tetap wajar, mulai dari tingkat Rumah Potong Hewan (RPH) sampai ke tangan pengecer di pasar.
"Stok kita aman. Kemudian kita pantau harga daging secara nasional, kecenderungannya flat dan turun. Jadi sebenarnya setelah memastikan stoknya sangat cukup, harga daging sapi juga akan terus dijaga,"
tutup Ketut menegaskan komitmennya. Intinya, mereka ingin masyarakat tenang, stok ada dan harga pun diupayakan terkendali.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak
Saham Konglomerat Terjun Bebas, Anjlok Hingga 40% Menjelang Lebaran