Bank Mandiri Catat Laba Rp18,6 Triliun di Triwulan IV-2025, Melampaui Proyeksi Pasar

- Kamis, 19 Februari 2026 | 20:50 WIB
Bank Mandiri Catat Laba Rp18,6 Triliun di Triwulan IV-2025, Melampaui Proyeksi Pasar

MURIANETWORK.COM - Kinerja sektor perbankan Indonesia pada 2025 mendapatkan apresiasi dari sejumlah analis sekuritas. Penilaian positif ini didorong oleh capaian beberapa bank yang tumbuh melampaui ekspektasi pasar, dengan fundamental yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi. Salah satu yang menonjol adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), yang mencatatkan lonjakan laba bersih signifikan pada triwulan akhir tahun.

Laba Bank Mandiri Melonjak di Atas Ekspektasi

Pada triwulan IV-2025, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp18,6 triliun. Angka ini melonjak 40% dibandingkan triwulan sebelumnya, atau tumbuh 35% secara tahunan. Capaian ini tidak hanya memenuhi, tetapi bahkan melampaui proyeksi analis di pasar.

Analis MNC Sekuritas, Victoria Venny, dalam risetnya menyoroti performa tersebut. "Perolehan (laba bersih) ini sejalan dengan estimasi kami, bahkan lebih tinggi dari konsensus masing-masing, yang sebesar 101 persen dan 110 persen," tulisnya.

Meski margin bunga bersih (NIM) mengalami penurunan tipis menjadi 4,9% sepanjang 2025, kualitas aset bank tetap solid. Rasio kredit bermasalah (NPL) bertahan di level rendah 1,1%, menunjukkan ketahanan portofolio kreditnya.

Pertumbuhan Kredit dan Dana yang Kuat

Di sisi penyaluran, kredit BMRI tumbuh 13% secara tahunan. Pertumbuhan ini terutama dipimpin oleh kredit korporasi yang melesat 23% dan kredit komersial yang naik 12%. Sumber pendanaan juga menunjukkan kekuatan, dengan dana pihak ketiga (DPK) meningkat pesat. Komponen dana murah (CASA) tumbuh 12,6% menjadi Rp1.431 triliun, membantu menjaga rasio loan to deposit (LDR) di kisaran 89%.

Victoria Venny kembali menegaskan kekuatan fundamental ini. "Kualitas aset BMRI tetap solid dengan non-performing loan (NPL) sebesar 1,1 persen dan loan at risk (LAR) sebesar 6,5 persen," ujarnya.

Proyeksi Optimis untuk Tahun Depan

Memasuki tahun ini, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit moderat di kisaran 7-9%. Analis Indo Premier Sekuritas, Jovent Muliadi dan Axel Azriel, memproyeksikan kinerja 2026 akan didorong oleh pendapatan non-bunga, terutama dari monetisasi platform digital Livin'. Mereka juga memperkirakan efisiensi biaya operasional akan semakin membaik.

Dengan asumsi tersebut, proyeksi laba untuk 2026 terlihat optimis. "Secara keseluruhan, kami memproyeksikan pertumbuhan laba BMRI sekitar enam persen pada 2026 menjadi Rp58,7 triliun atau 6,3 persen di atas konsensus yang sebesar Rp55,2 triliun," jelas Jovent.

Kinerja moncer serupa juga tercatat oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), sehingga kedua bank ini kerap menjadi saham pilihan utama analis di sektor perbankan.

Rekomendasi Beli dari Analis

Atas dasar fundamental yang kuat dan prospek pertumbuhan yang terjaga, sejumlah sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham BMRI. Indo Premier Sekuritas merekomendasikan buy dengan target harga Rp6.400, menilai valuasi saham saat ini masih menarik. MNC Sekuritas juga memberikan rekomendasi serupa dengan target harga Rp6.050.

Penguatan profitabilitas bank tidak hanya bersumber dari bunga, tetapi juga dari diversifikasi pendapatan. Sepanjang 2025, pendapatan non-bunga BMRI naik 14,5% menjadi Rp48,5 triliun, didorong oleh aktivitas transaksi nasabah dan layanan ekosistem digital.

Respons Terhadap Dinamika Eksternal

Di tengah apresiasi pasar, industri perbankan juga menghadapi tantangan eksternal, termasuk penilaian dari lembaga pemeringkat. Menanggapi hal ini, jajaran direksi Bank Mandiri menegaskan komitmen untuk menjaga disiplin dalam pengelolaan risiko.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menjaga posisi pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas secara disiplin dan terukur, sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang.

Corporate Secretary BMRI, Adhika Vista, menyebut penilaian eksternal menjadi pengingat untuk terus waspada. "Hal tersebut turut menjadi pengingat bagi Bank Mandiri untuk mengantisipasi dinamika eksternal guna menjaga fundamental secara berkelanjutan," ungkapnya.

Ke depan, langkah antisipatif akan difokuskan pada penguatan likuiditas, permodalan, dan pemeliharaan kualitas pembiayaan. "BMRI juga akan tetap menjaga disiplin dalam penerapan manajemen risiko dan melanjutkan strategi pertumbuhan berkelanjutan," tutup Adhika.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar