Harga saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melambung tinggi, nyaris sentuh Rp100 ribu per lembar, rupanya jadi perhatian serius manajemen. Mereka punya rencana. Untuk membuat sahamnya lebih terjangkau, terutama bagi investor ritel, emiten energi Sinarmas Group ini berencana melakukan pemecahan saham atau stock split.
Rencananya, pemecahan dilakukan dengan rasio 1 banding 25. Coba bayangkan, dari satu saham yang harganya Rp94.000, nanti akan dipecah menjadi 25 saham. Hasilnya? Harga per sahamnya bakal turun drastis, mengerucut di kisaran Rp3.750-an. Tentu saja, langkah ini diharapkan bisa membuka keran likuiditas yang lebih deras.
Corporate Secretary DSSA, Susan Chandra, sudah memberikan penjelasan resmi. Menurutnya, harga satu lot saham DSSA saat ini terlalu mahal bagi kebanyakan investor kecil.
ungkap Susan dalam keterbukaan informasi di akhir Januari lalu.
Nah, untuk mewujudkan aksi korporasi ini, perusahaan harus menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dulu. Rapatnya dijadwalkan pada Rabu, 11 Maret 2026 mendatang, dan akan digelar secara hybrid. Peserta bisa datang langsung ke Sinar Mas Land Plaza di Jakarta, atau ikut secara daring lewat platform eASY.KSEI.
Artikel Terkait
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak
WBSA Jadi Emiten IPO Pertama 2026, Harga Saham Perdana Rp168