MURIANETWORK.COM - Libur Tahun Baru Imlek, yang jatuh pada akhir Januari 2026, seringkali memberikan jeda bagi investor untuk mengevaluasi portofolio dan merencanakan langkah ke depan. Momentum jeda perdagangan ini dinilai tepat untuk mencermati peluang di pasar saham domestik, terutama dengan memasuki Tahun Kuda Api yang penuh dinamika. Analis pasar melihat sejumlah sektor, mulai dari komoditas hingga perbankan, menawarkan potensi menarik dengan dukungan fundamental ekonomi yang diperkirakan tetap solid.
Prospek Ekonomi dan Pasar di Tahun Kuda Api
Dalam sebuah paparan bertajuk “Unlocking 2026: Market Outlook and Stock Pick Opportunities”, M. Nafan Aji Gusta Utama, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyampaikan pandangannya. Ia menilai prospek pasar saham domestik tetap menarik meski dihiasi ketidakpastian global, berkat fundamental makro ekonomi Indonesia yang relatif kokoh.
“Dari sisi makro, Mirae Asset memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai sekitar 5,3 persen pada 2026 dan berlanjut ke 5,4 persen pada 2027,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa inflasi diperkirakan terjaga di kisaran 2,5 persen. Sementara itu, nilai tukar rupiah berpotensi menguat menuju Rp16.500 per dolar AS pada akhir 2026.
Peluang Teknikal dan Momentum Musiman
Dari kacamata teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai sedang berada dalam kondisi jenuh jual atau oversold. Kondisi ini, meski diiringi pergeseran tren, membuka peluang untuk pemulihan. Dalam skenario optimis, indeks berpeluang menuju level 9.634 pada 2026. Namun, skenario pesimistis menempatkan IHSG di area 7.170. Untuk jangka panjang, tren naik sekuler masih diyakini berlanjut dengan target potensial menuju 10.500.
Momentum musiman juga kerap menjadi pertimbangan. Catatan historis selama 25 tahun terakhir menunjukkan bahwa periode Februari hingga Juli seringkali menjadi fase positif bagi pasar saham. Perayaan Imlek, Ramadan, dan Lebaran tahun ini diprediksi dapat berperan sebagai katalis tambahan yang mendorong sentimen investor.
Artikel Terkait
Pasar Saham Bergejolak: Yanaprima (YPAS) Melonjak 119%, IHSG Melemah
BEI Umumkan 9 Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, BREN dan DSSA Masuk Daftar
IHSG Anjlok 1% Ditekan Aksi Jual Asing Rp2,95 Triliun
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Rp20.000, Galeri24 dan UBS Turun Tipis