"Tetapi terjadi perubahan struktur di dalam organisasi pasar modal. Seperti Bapak Ibu tahu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia mengundurkan diri, kemudian disusul dengan beberapa pejabat di OJK," tuturnya.
Kendati demikian, Jeffrey meyakinkan bahwa dinamika bursa kini perlahan mulai normal. Beragam langkah mitigasi dan upaya reformasi integritas pasar terus digenjot. Salah satu kuncinya? Komunikasi intensif yang tak putus dengan MSCI.
Upaya itu berlanjut hingga awal Februari.
"(Pada 2 Februari kami sudah melakukan pertemuan dengan MSCI, dilanjutkan dengan tanggal 5 kami mengirimkan dokumen teknis, kemudian kemarin tanggal 11 Februari kami kembali melakukan pertemuan," papar dia.
Tapi, jangan tanya soal detail hasil pertemuan itu. Jeffrey belum mau membukanya.
"Tentu yang kami lakukan adalah memastikan mekanisme internal kami berjalan, sehingga seluruh operasional dan pengambilan keputusan di Bursa Efek Indonesia tidak terganggu. Dan itu sudah terjadi sampai dengan hari ini," tegasnya.
Pertemuan teranyar kembali digelar pada Rabu, 11 Februari 2026. Dalam presentasinya, BEI menegaskan komitmen melalui tiga rencana aksi yang sudah disiapkan. Ditambah satu inisiatif baru yang mengacu pada standar global. Langkah-langkah ini diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan dan menjaga stabilitas pasar ke depan.
Artikel Terkait
PT Mulia Industrindo (MLIA) Catat Kerugian Rp4,55 Miliar di 2025
Laba Bersih Darya-Varia Naik 5% di 2025, Didorong Pertumbuhan Pendapatan
Rusia Hentikan Ekspor Bahan Bakar Mulai April 2026 untuk Stabilkan Pasar Domestik
RISE Catat Lonjakan Laba 165% di 2025, Didorong Penjualan Apartemen