MURIANETWORK.COM - PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk, emiten properti yang dikenal dengan kode saham RISE, resmi mendistribusikan saham bonus senilai Rp525,36 miliar kepada pemegang sahamnya pada Senin (9 Februari 2026). Aksi korporasi ini, yang mengambil porsi signifikan dari agio saham perusahaan, dilaksanakan dengan rasio 25:12, memberikan 12 saham bonus untuk setiap 25 saham lama yang dimiliki.
Rincian Pembagian dan Dasar Perhitungan
Nilai pembagian yang mencapai Rp100 per saham tersebut dialokasikan untuk total 5,2 miliar saham bonus. Pencairan dana besar-besaran ini bersumber dari tambahan modal disetor perusahaan yang tercatat sebesar Rp567,89 miliar dalam laporan keuangan per 31 Desember 2024. Dengan kata lain, sekitar 92,4% dari total agio saham dialihkan untuk kepentingan pemegang saham melalui skema ini.
Sebagai bagian dari prosedur standar pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah lebih dulu menetapkan harga teoritis saham RISE menyusul pengumuman rencana corporate action tersebut. Penetapan ini penting sebagai pedoman perdagangan yang adil pasca-penambahan jumlah saham yang beredar.
Penyesuaian Harga Teoritis oleh BEI
Berdasarkan catatan BEI, harga saham RISE pada penutupan perdagangan cum date di Pasar Reguler, 19 Januari 2026, berada di level Rp9.700 per saham. Setelah memperhitungkan dampak saham bonus, harga teoritisnya ditetapkan menjadi Rp6.554,054 per saham. Angka ini menjadi acuan untuk perhitungan indeks pasar, termasuk IHSG dan Indeks Harga Saham Individual.
Namun, dalam praktik perdagangan di sistem, harga tersebut menyesuaikan aturan fraksi. BEI kemudian melakukan penyesuaian teknis untuk pencantuman harga di sistem perdagangan JATS.
“Harga teoritis saham RISE yang dicantumkan di JATS untuk Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada tanggal 20 Januari 2026 disesuaikan dengan fraksi harga menjadi Rp6.550,” jelas BEI dalam keterangan resminya pada Senin (19/1/2026).
Di sisi lain, BEI juga melakukan penyesuaian terhadap Harga Dasar saham RISE untuk keperluan perhitungan Indeks Harga Saham Individual, yang ditetapkan pada angka 110,067. Langkah-langkah teknis ini merupakan bentuk pengawasan dan penjaminan transparansi mekanisme pasar, memastikan transaksi berjalan lancar setelah perubahan struktur modal emiten.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Sentuh Rp2,94 Juta per Gram
IHSG Menguat 0,44% di Awal Pekan, Didorong Sektor Bahan Baku dan Energi
Analis Proyeksikan IHSG Menguat Terbatas, Waspadai Potensi Koreksi
Analis Proyeksikan IHSG Lanjutkan Koreksi, Pantau Level Support 7.712