Yang pertama adalah Obligasi atau surat utang. Ini instrumen untuk menghimpun dana dengan janji akan membayar bunga. Contohnya macam-macam, mulai dari Surat Utang Negara (SUN), Sukuk, sampai obligasi yang diterbitkan perusahaan swasta.
Yang kedua, ya Saham atau ekuitas. Membeli saham artinya kamu memiliki sebagian kecil dari suatu perusahaan. Risikonya memang lebih tinggi ketimbang obligasi, tapi potensi imbal hasilnya baik dari kenaikan harga saham maupun bagi hasil dividen bisa jauh lebih menggoda.
Tak cuma sekadar instrumen investasi, kondisi saham sebuah perusahaan seringkali jadi cermin kesehatan finansial perusahaan tersebut.
Memilih Sekuritas yang Aman: Beberapa Catatan
Biar investasi kamu nggak salah langkah, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan matang-matang sebelum memilih mitra sekuritas.
Pastikan legalitasnya. Cek betul bahwa perusahaan itu terdaftar resmi di OJK dan juga tercatat sebagai Anggota Bursa di BEI. Informasi ini bisa diverifikasi langsung lewat situs resmi kedua lembaga tersebut. Jangan sampai terjebak investasi bodong.
Kemudahan bertransaksi juga kunci. Pilih yang menyediakan platform trading online yang user-friendly, cepat, dan stabil. Fitur seperti aplikasi mobile, notifikasi real-time, dan laporan portofolio yang jelas akan sangat membantu aktivitas investasi harianmu.
Terakhir, perhatikan kualitas Manajer Investasinya. Tim inilah yang bertanggung jawab mengelola portofolio. Rekam jejak dan profesionalisme mereka adalah faktor penentu yang nggak boleh kamu abaikan begitu saja.
Dengan paham seluk-beluk sekuritas dan tips memilihnya, langkah kamu untuk terjun ke pasar modal jadi lebih terarah dan, yang paling penting, lebih aman.
Artikel Terkait
Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 60% di Tengah Masa Transisi Operasional
Laba Bersih Chandra Asri Melonjak 2.662% Jadi Rp 23,8 Triliun pada 2025
IHSG Berbalik Anjlok 1,21% di Sesi I, Sektor Energi dan Industri Tertekan
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor