Pasar komoditas global diguncang pelemahan pada awal pekan ini. Tak tanggung-tanggung, timah anjlok lebih dari 10 persen, sementara minyak mentah juga terpuruk hampir 5 persen. Suasana pasar tampak lesu oleh sejumlah faktor yang berbarengan.
Di sisi lain, sentimen geopolitik ikut bermain. Presiden AS Donald Trump menyebut Iran sedang dalam diskusi intens dengan negaranya. Pernyataan itu langsung ditanggapi pasar sebagai sinyal meredanya ketegangan dengan salah satu anggota OPEC itu. Namun begitu, bukan cuma itu penyebabnya. Penguatan dolar AS dan prakiraan cuaca yang lebih hangat turut menambah tekanan pada harga energi.
Dikutip dari Reuters, minyak Brent berjangka anjlok USD 3,02 ke level USD 66,30 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate AS bahkan turun lebih dalam, terpangkas USD 3,07 menjadi USD 62,14 per barel.
Nasib serupa dialami batu bara. Pada penutupan perdagangan Senin, harganya tergerus 1,28 persen dan bertengger di angka USD 116 per ton.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak