Jumlah tersebut dikurangkan dengan beban pokok penjualan dan pendapatannya sebesar Rp2,7 triliun.
Dari hasil pengurangan tersebut, jumlah laba bruto perusahaan ini sebesar Rp249 miliar.
Setelah itu, laba bruto dikurangkan kembali dengan berbagai beban dan laba bruto, maka diketahui jumlah laba bersih korporasi ini sebesar Rp27,7 miliar.
Jumlah tersebut jauh dibawah laba bersih tahun lalu yang bisa mencapai Rp90,4 miliar.
Dapat dikatakan bahwa jumlah laba bersih perusahaan ini anjlok sebesar sekitar 66,9 persen.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: innalar.com
Artikel Terkait
Saham Konglomerat Terjun Bebas, Anjlok Hingga 40% Menjelang Lebaran
Wall Street Ditutup Menguat Meski Kenaikan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen
Serangan ke Pelabuhan Fujairah Picu Lonjakan Harga Minyak dan Ancaman Disrupsi Pasokan Global
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Bahan Baku, Produsen Kemasan EPAC Naikkan Harga Jual