“Jadi di Singapura ada contoh seperti Temasek masuk, ada juga Temasek Link Companies yang ada juga perusahaan-perusahaan yang ada di situ.”
Namun begitu, konsep saja tidak cukup. Kunci suksesnya, tegas Pandu, terletak pada eksekusi dan konsistensi aturan. Peraturan Pemerintah (PP) dan bagaimana kebijakan itu dijalankan memegang peran sangat krusial. Tanpa itu, semua bisa jadi wacana belaka.
Lantas, apakah independensi bursa bakal tetap terjaga? Pandu yakin iya. Selama regulator berfungsi optimal dan menjalankan tugasnya dengan baik, maka tak ada masalah. Logikanya sederhana.
“Tentu independensinya akan tetap, karena regulator yang melakukan pengaturan,” tegasnya.
“Pemegang saham fokus mengembangkan perusahaan, memastikan profitabilitas untuk semua shareholder, dan membangun organisasi yang lebih baik. Itu simpel.”
Pandangan CIO Danantara ini seperti ingin memberi pencerahan sekaligus menenangkan pasar. Baginya, demutualisasi adalah langkah evolusi, bukan sesuatu yang perlu ditakuti asal rambu-rambunya ditegakkan dengan benar.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak