“Jadi di Singapura ada contoh seperti Temasek masuk, ada juga Temasek Link Companies yang ada juga perusahaan-perusahaan yang ada di situ.”
Namun begitu, konsep saja tidak cukup. Kunci suksesnya, tegas Pandu, terletak pada eksekusi dan konsistensi aturan. Peraturan Pemerintah (PP) dan bagaimana kebijakan itu dijalankan memegang peran sangat krusial. Tanpa itu, semua bisa jadi wacana belaka.
Lantas, apakah independensi bursa bakal tetap terjaga? Pandu yakin iya. Selama regulator berfungsi optimal dan menjalankan tugasnya dengan baik, maka tak ada masalah. Logikanya sederhana.
“Tentu independensinya akan tetap, karena regulator yang melakukan pengaturan,” tegasnya.
“Pemegang saham fokus mengembangkan perusahaan, memastikan profitabilitas untuk semua shareholder, dan membangun organisasi yang lebih baik. Itu simpel.”
Pandangan CIO Danantara ini seperti ingin memberi pencerahan sekaligus menenangkan pasar. Baginya, demutualisasi adalah langkah evolusi, bukan sesuatu yang perlu ditakuti asal rambu-rambunya ditegakkan dengan benar.
Artikel Terkait
Tiga Provinsi di Sumatera Alami Deflasi Pascabencana, Tapi Biaya Hidup Tetap Meroket
Prabowo Geram pada Kelompok Apa Bisa, Targetkan Kemiskinan Ekstrem Hilang 2029
Prabowo Larang Ekspor Jelantah, Sawit Dijagokan Jadi Tanaman Ajaib untuk Biodiesel dan Avtur
IHSG Terjun Bebas 5,3%, Pasar Modal Indonesia Diguyur Awan Merah