Peluang itu terbuka lebar. Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia berpotensi masuk sebagai pemegang saham Bursa Efek Indonesia, menyusul rencana demutualisasi bursa. Hanya saja, soal besaran modal dan porsi saham yang akan diambil, semuanya masih dalam tahap kajian mendalam.
Rosan Roeslani, CEO Danantara yang juga merangkap sebagai Meninvestasi, mengaku pihaknya belum memutuskan angka pastinya. Mereka masih perlu mengkaji matang-matang berapa persen saham BEI yang akan dibeli.
"Mengenai demutualisasi, kami tentunya akan mempelajari terlebih dahulu berapa persen yang kita ingin masuk, dan kriteria-kriterianya, pada saat kami masuk dan berinvestasi,"
Ucap Rosan saat ditemui di BEI, Minggu lalu. Suasana di lokasi terlihat cukup ramai oleh para pelaku pasar.
Kajian itu, lanjutnya, tak akan dibuat dalam ruang hampa. Tim Danantara akan melihat bagaimana praktik kepemilikan di bursa-bursa global. Ternyata, polanya sangat beragam dari satu negara ke negara lain.
"Kami lihat juga kan hampir di semua bursa lainnya di dunia ini ada yang 25 persen, ada yang 35 persen, ada yang 30 persen, ada yang lebih dari itu. Ya, tapi tentunya kami akan lihat,"
Artikel Terkait
Pasar Modal Indonesia di Ujung Tanduk: Ketika Kepercayaan Lebih Berharga daripada Rekor Indeks
Dari Konter Ponsel ke Rantai Bisnis: Kisah Abdurrohim Membangun 7 Titik Usaha Berawal dari BRILink
Rosan Roeslani Tegaskan Independensi Danantara Meski Bakal Masuk ke Kepemilikan BEI
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di Bawah 5% untuk Tarik Investor Global