tambah Rosan. Masukan-masukan ini, ia pastikan, sudah disampaikan Danantara ke OJK dan BEI.
Delapan Jurus OJK
Di sisi lain, OJK sendiri ternyata sudah menyiapkan seperangkat langkah perbaikan. Ada delapan rencana aksi reformasi pasar modal yang digodok, sebagai respons atas merosotnya IHSG akibat kebijakan MSCI pekan lalu.
Pertama, soal likuiditas. OJK akan mendorong peningkatan dengan menaikkan batas minimum kepemilikan publik emiten jadi 15 persen. Lalu yang kedua, transparansi akan diperkuat lewat kewajiban keterbukaan Ultimate Beneficial Ownership (UBO).
Ketiga, data kepemilikan saham akan ditingkatkan kualitasnya agar lebih rinci dan bisa diandalkan. Keempat, tata kelola BEI akan diperkuat dengan persiapan demutualisasi.
Tak cuma itu, penegakan aturan dan pemberian sanksi akan dibuat lebih tegas dan berkelanjutan sebagai langkah kelima. Untuk memperkuat tata kelola emiten, OJK akan mewajibkan pendidikan berkelanjutan bagi direksi, komisaris, dan komite audit itu poin keenam.
Langkah ketujuh adalah pendalaman pasar secara terintegrasi, mencakup sisi permintaan, penawaran, sampai infrastruktur. Terakhir, OJK bakal fokus pada kolaborasi. Sinergi antar semua pemangku kepentingan regulator, pemerintah, SRO, hingga pelaku industri akan diperkuat untuk memastikan reformasi ini benar-benar jalan.
Jadi, semua mata kini tertuju pada Senin. Akankah optimisme Rosan dan delapan langkah OJK ini langsung terasa di pasar? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Dari Konter Ponsel ke Rantai Bisnis: Kisah Abdurrohim Membangun 7 Titik Usaha Berawal dari BRILink
Rosan Roeslani Tegaskan Independensi Danantara Meski Bakal Masuk ke Kepemilikan BEI
Danantara Buka Pintu untuk Dana Negara Lain Masuk ke BEI
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di Bawah 5% untuk Tarik Investor Global