Prabowo di Davos: Dari Kestabilan Ekonomi hingga Prabowonomics

- Minggu, 01 Februari 2026 | 12:06 WIB
Prabowo di Davos: Dari Kestabilan Ekonomi hingga Prabowonomics

Langkah Nyata dan Penegakan Hukum

Lantas, bagaimana implementasinya? Salah satu langkah taktisnya adalah membentuk Satgas Penertiban Kawasan Hutan lewat Perpres Nomor 5 Tahun 2025. Satgas ini sudah menertibkan sekitar 4 juta hektar lahan bermasalah di kawasan hutan. Tujuannya jelas: melawan model ekonomi yang rakus dan serakah.

Dari sini, negara berharap bisa menyelamatkan potensi kerugian dan menambah pemasukan APBN dari denda dan pajak, dengan proyeksi mencapai Rp150 hingga 200 triliun. Dana segitu tentu besar artinya untuk mendanai program-program prioritas dalam visi Asta Cita pemerintah.

Prospek jangka panjangnya berkaitan dengan kedaulatan. Indonesia harus mandiri mengelola sumber daya alam, tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga menggenjot hilirisasi hingga menjadi produk jadi. Itulah alasan di balik wacana pendirian Danantara, sebuah lembaga pengelola kekayaan negara dengan modal penyertaan yang sangat besar. Harapannya, dengan lembaga yang profesional dan transparan, daya tawar Indonesia di kancah global akan setara dengan negara-negara adidaya.

Namun begitu, semua rencana hebat itu bisa buyar tanpa satu hal: penegakan hukum yang kuat dan adil. Presiden menekankan hal ini dengan serius. Jika hukum bisa ditawar dan dinegosiasikan, maka upaya membangun tata kelola pemerintahan yang kuat hanya akan jadi mimpi.

Karena itulah, pendekatannya agresif. Di internal pemerintahan, ia mendorong efisiensi anggaran dari pusat hingga daerah. Di sisi swasta, negara tak segan menyita aset-aset ilegal untuk dikembalikan kepada rakyat. Untuk memastikan ini berjalan, TNI, Polri, dan Kejaksaan Agung diminta bekerja tegas dan tanpa pandang bulu.

“Banyak perusahaan yang sudah inkrah secara hukum puluhan tahun, tapi tak kunjung dieksekusi karena penegakan hukum kita lemah,” ujarnya, menyiratkan bahwa era itu harus berakhir.

Pada akhirnya, pidato di Davos itu lebih dari sekadar presentasi kebijakan. Ia menunjukkan jalan Indonesia menghadapi krisis global: dengan memperkuat fondasi dalam negeri, menegakkan hukum secara profesional, dan didukung oleh politik luar negeri bebas-aktif yang selama ini menjadi ciri khas kita. Sebuah strategi yang, menurut Prabowo, memungkinkan kita berteman dengan semua pihak tanpa perlu memiliki musuh.


Halaman:

Komentar