Pasar saham kita lagi heboh. Dalam sepekan terakhir, IHSG anjlok dan ada saja kabar pengunduran diri petinggi BEI dan OJK. Guncangan ini, rupanya, berdampak langsung pada pergerakan modal asing.
Menurut catatan Bank Indonesia, ada arus keluar modal asing yang cukup signifikan di pekan keempat Januari 2026. Angkanya mencapai Rp 12,55 triliun. Situasi global dan dalam negeri yang belum stabil ikut memengaruhi, termasuk nilai tukar rupiah yang terus diawasi.
Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, membeberkan rinciannya. Berdasarkan data transaksi 26-29 Januari, modal asing justru kabur dari pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN).
“Tercatat jual neto sebesar Rp 12,55 triliun, terdiri dari jual neto sebesar Rp 12,40 triliun di pasar saham dan Rp 2,77 triliun di pasar SBN, serta beli neto Rp 2,61 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI),” jelas Denny lewat keterangan tertulisnya, Minggu (1/2).
Artikel Terkait
Prabowo di Davos: Dari Kestabilan Ekonomi hingga Prabowonomics
Peta Jalan Semikonduktor Indonesia Dicanangkan, Impor Rp 77 Triliun Jadi Pemicu
Rosan Roeslani Buka Peluang Investor Global Kuasai Saham BEI
Danantara Buka Peluang Jadi Pemegang Saham BEI, Tapi Masih Tunggu Proses Demutualisasi