Pertemuan penting antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Morgan Stanley Capital International (MSCI) akhirnya diagendakan. Rapat yang digelar secara daring ini akan berlangsung Senin depan, tanggal 2 Januari 2026. Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, yang akan memimpin pertemuan itu.
Inti pembahasannya? Laporan terbaru MSCI tentang kondisi pasar modal kita. Jeffrey sudah menyiapkan argumen.
"Kami akan meyakinkan kepada Indeks Provider Global (MSCI) bahwa Indonesia punya komitmen untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola," tegasnya, Sabtu (31/1/2026), di sela-sela acara di Wisma Danantara.
Namun begitu, bukan cuma soal janji. Ada satu isu sensitif yang juga akan dibeberkan di meja virtual nanti: dugaan rekayasa pasar terkait praktik 'saham gorengan' yang melibatkan emiten-emiten konglomerasi. Ini jadi sorotan.
Jeffrey menegaskan, proses hukum tetap jadi jalan utamanya. "Seluruh pihak akan menegakkan hukum di pasar modal. Mekanisme pengawasan tetap berjalan, ya nanti penentuan apakah ada pelanggaran atau tidak itu tentu harus melalui proses yang proper," ujar dia.
Di sisi lain, pemerintah tak tinggal diam. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, yang hadir di lokasi yang sama, menyatakan langkah konkret sedang disiapkan sebagai respons atas masukan MSCI.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak