"Kemudian tidak ada kekosongan kepemimpinan atau dalam pengawasan keuangan ataupun pasar modal. Pejabat pelaksana tugas atau Pjs itu akan memastikan seluruh fungsi regulasi," tegasnya lagi.
Jadi, aktivitas harian di bursa? Tetap jalan. Pengawasan OJK? Juga berlanjut. Airlangga memastikan semuanya berfungsi seperti biasa, tanpa ada gangguan yang perlu dikhawatirkan investor.
"Aktivitas perdagangan dan tugas pengawasan berjalan tanpa gangguan. Institusi kita kuat karena sistem dikelola sesuai dengan standar good governance dan best practices," lanjut Airlangga menutup penjelasannya.
Jadi, pesannya jelas. Pasar modal Indonesia dianggap punya fondasi yang solid. Transisi kepemimpinan ini diharapkan cuma seperti pergantian shift, beres dan lanjut lagi kerja.
Artikel Terkait
BEI Siap Buka Kartu Soal Saham Gorengan dalam Pertemuan Virtual dengan MSCI
Danantara Awasi Langkah Demutualisasi BEI, Siap Ambil Posisi?
Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi, Pertamax Lebih Murah di Jakarta
Pemerintah Pacu Likuiditas dan Buka Data Pemilik Saham demi Pikat Investor Global