Transisi kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia belakangan ini ramai jadi perbincangan. Tapi jangan khawatir, pemerintah bilang pasar modal kita tetap aman. Stabilitas dan keberlanjutannya dijaga betul, meski ada pergantian di pucuk pimpinan.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Presiden Prabowo Subianto sendiri yang menekankan soal ini. Perhatiannya serius banget untuk memastikan pengawasan dan aktivitas perdagangan saham berjalan mulus, tanpa jeda.
"Stabilitas dan keberlanjutan Bapak Presiden telah menginstruksikan Kementerian Keuangan serta jajaran pengurus OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk memastikan bahwa kegiatan operasional bursa tetap berjalan dengan normal dengan kepemimpinan transisi," ujar Airlangga.
Pernyataan itu dia sampaikan di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu lalu. Intinya, pemerintah enggak mau ada kekosongan kepemimpinan, titik. Baik di lembaga pengawas maupun di pasar modal itu sendiri.
Untuk mengisi masa transisi, bakal ditunjuk Pejabat sementara atau Pjs untuk Direktur Utama BEI. Semuanya tentu mengikuti aturan yang berlaku.
Artikel Terkait
BEI Siap Buka Kartu Soal Saham Gorengan dalam Pertemuan Virtual dengan MSCI
Danantara Awasi Langkah Demutualisasi BEI, Siap Ambil Posisi?
Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi, Pertamax Lebih Murah di Jakarta
Pemerintah Pacu Likuiditas dan Buka Data Pemilik Saham demi Pikat Investor Global