Gelombang Mundur Pejabat OJK-BEI, Pasar Modal Diprediksi Wait and See

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 06:35 WIB
Gelombang Mundur Pejabat OJK-BEI, Pasar Modal Diprediksi Wait and See

Memang, pasar sempat anjlok tajam sampai memicu trading halt. Tapi Reydi bilang situasi ini nggak sedahsyat krisis di awal pandemi dulu. Kepanikan yang terjadi, menurut dia, lebih karena investor belum sepenuhnya mencerna maksud di balik langkah MSCI.

Dia malah ngasih sudut pandang yang positif. Langkah MSCI membekukan indeks itu bisa dilihat sebagai bentuk perlindungan. Tujuannya untuk mencegah capital outflow atau keluarnya dana asing secara masif kalau metodologi baru langsung diterapkan tanpa persiapan.

"Tujuannya baik MSCI seperti itu, karena kan berarti dana-dana asing itu nggak dipaksa keluar gitu," jelas Reydi. "Makanya MSCI bikin beku dulu supaya tidak terjadi penambahan atau pengurangan di IHSG. Jadi menunda atau paling nggak supaya tidak terjadi capital outflow dari asing."

Seperti diketahui, pengumuman pengunduran diri ini beruntun terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026. Dimulai dari Direktur Utama BEI, Iman Rachman, yang mundur setelah beberapa hari pasar bergejolak imbas pengumuman MSCI.

Tak lama berselang, OJK ikut mengumumkan. Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, dan Deputi Komisioner I B Aditya Jayaantara, menyusul untuk mengundurkan diri. Bahkan, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara, juga menyatakan mundur. Semuanya terjadi dalam hari yang sama, bikin publik pasar modal terhenyak.


Halaman:

Komentar