Ismail menjelaskan, langkah mundur bersama ini diambil sebagai sebuah bentuk tanggung jawab moral. Situasinya memang sedang tidak mudah. Pasar modal kita sempat terguncang hebat, dengan IHSG mengalami trading halt dua hari berturut-turut – sebuah kondisi yang cukup langka dan membuat was-was.
Namun begitu, OJK berusaha menenangkan. Mereka memastikan bahwa roda pemerintahan di lembaga itu tidak akan macet. Stabilitas sektor jasa keuangan nasional, klaim mereka, tetap akan dijaga.
Lantas, siapa yang akan mengisi kekosongan sementara? OJK menyebut, tugas dari ketiga jabatan strategis itu untuk sementara akan dijalankan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Tata kelola internal lembaga, kata mereka, sudah punya skenario untuk menghadapi situasi seperti ini. Jadi, meski ada gejolak di pucuk pimpinan, operasional harian diharapkan tetap berjalan normal.
Artikel Terkait
BRI Salurkan Kredit Rp4 Triliun ke Dua Anak Usaha Golden Energy Mines
GEMA Gelar Buyback Saham Senilai Rp2 Miliar hingga 2026
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2026 Belum Dipangkas Pemerintah
IHSG Anjlok 1,61%, Sentimen Jual Dominasi Pasar