Ismail menjelaskan, langkah mundur bersama ini diambil sebagai sebuah bentuk tanggung jawab moral. Situasinya memang sedang tidak mudah. Pasar modal kita sempat terguncang hebat, dengan IHSG mengalami trading halt dua hari berturut-turut – sebuah kondisi yang cukup langka dan membuat was-was.
Namun begitu, OJK berusaha menenangkan. Mereka memastikan bahwa roda pemerintahan di lembaga itu tidak akan macet. Stabilitas sektor jasa keuangan nasional, klaim mereka, tetap akan dijaga.
Lantas, siapa yang akan mengisi kekosongan sementara? OJK menyebut, tugas dari ketiga jabatan strategis itu untuk sementara akan dijalankan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Tata kelola internal lembaga, kata mereka, sudah punya skenario untuk menghadapi situasi seperti ini. Jadi, meski ada gejolak di pucuk pimpinan, operasional harian diharapkan tetap berjalan normal.
Artikel Terkait
Trump Tunjuk Calon Hawkish, Wall Street Langsung Berdarah
Gelombang Mundur di OJK, Empat Pucuk Pimpinan Serahkan Surat Pengunduran Diri
Mirza Adityaswara Lengser, Kursi Pucuk Pimpinan OJK Mendadak Kosong
Indonesia Jadi Magnet Investor Global di Tengah Badai Utang Negara Maju