DSSA Pecah Saham, Harga Rp94 Ribu Bakal Ditekan ke Rp3.750

- Jumat, 30 Januari 2026 | 09:45 WIB
DSSA Pecah Saham, Harga Rp94 Ribu Bakal Ditekan ke Rp3.750

Harga saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melambung tinggi, nyaris sentuh Rp100 ribu, rupanya dianggap perusahaan justru membatasi pergerakannya sendiri. Makanya, tak heran kalau emiten energi Sinarmas Group ini berencana melakukan stock split. Tujuannya jelas: mendongkrak likuiditas dan menarik lebih banyak investor, terutama dari kalangan ritel.

Rencananya, mereka akan memecah saham dengan rasio 1 banding 25. Coba bayangkan, dari level harga sekarang sekitar Rp94.000 per lembar, nantinya bakal turun drastis ke kisaran Rp3.750. Harapannya, dengan harga yang lebih 'ramah' ini, lebih banyak orang yang bisa ikut membeli.

Corporate Secretary DSSA, Susan Chandra, mengakui masalah ini. Menurutnya, harga satu lot saham saat ini terlalu mahal untuk kantong kebanyakan investor kecil.

"Hal ini berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham perseroan,"

ujarnya dalam keterbukaan informasi di akhir Januari lalu.

Nah, dengan stock split, jumlah saham yang beredar bakal melonjak. Dari semula 7,7 miliar lembar, bakal membengkak jadi 192,6 miliar lembar. Nilai nominal per sahamnya pun ikut mengecil, dari Rp25 jadi cuma Rp1. Tapi Susan menegaskan, jangan khawatir. Aksi korporasi ini sama sekali tidak mengubah nilai kepemilikan para investor lama. Semua disesuaikan secara proporsional, jadi nilai investasinya tetap sama.

Di sisi lain, langkah ini bukan cuma soal angka. Dengan basis pemegang saham yang lebih luas dan beragam, struktur kepemilikan perusahaan bisa jadi lebih kuat. Volume perdagangan juga diprediksi akan lebih aktif, yang pada akhirnya bisa menciptakan sentimen positif terhadap prospek DSSA ke depannya.

Untuk merealisasikan rencana ini, perusahaan telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Maret 2026 mendatang. Jika semua berjalan mulus, perdagangan dengan harga saham baru yang sudah terpecah itu ditargetkan bisa dimulai pada 7 April 2026.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler