Harga saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melambung tinggi, nyaris sentuh Rp100 ribu, rupanya dianggap perusahaan justru membatasi pergerakannya sendiri. Makanya, tak heran kalau emiten energi Sinarmas Group ini berencana melakukan stock split. Tujuannya jelas: mendongkrak likuiditas dan menarik lebih banyak investor, terutama dari kalangan ritel.
Rencananya, mereka akan memecah saham dengan rasio 1 banding 25. Coba bayangkan, dari level harga sekarang sekitar Rp94.000 per lembar, nantinya bakal turun drastis ke kisaran Rp3.750. Harapannya, dengan harga yang lebih 'ramah' ini, lebih banyak orang yang bisa ikut membeli.
Corporate Secretary DSSA, Susan Chandra, mengakui masalah ini. Menurutnya, harga satu lot saham saat ini terlalu mahal untuk kantong kebanyakan investor kecil.
ujarnya dalam keterbukaan informasi di akhir Januari lalu.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak