"Secara tren, HATM masih berada dalam fase bullish. Saat ini pergerakan harga tengah mengalami koreksi jangka pendek dan telah menguji area support penting di kisaran 302–312," lanjutnya.
Area support itu, menurutnya, akan menjadi penentu arah selanjutnya. Selama harga bisa bertahan di atas level 302, peluang untuk menguat lagi masih terbuka. Targetnya bisa mencapai kisaran 372 hingga 440 per saham.
Tapi jangan salah, Reyhan juga mengingatkan bahwa saham HATM punya volatilitas yang cukup tinggi. Makanya, strategi akumulasinya harus bertahap dan disiplin dalam mengelola risiko. Pada perdagangan Kamis itu sendiri, HATM ikut melemah 0,59 persen, ditutup di harga Rp336 per saham.
Di balik pergerakan hariannya, fundamental HATM dinilai punya bantalan yang lumayan. Perusahaan ini baru saja menggunakan dana hasil rights issue untuk melunasi utang dan belanja modal. Sisa dananya, sekitar Rp33,37 miliar, disimpan di bank untuk menjaga likuiditas. Langkah ini dianggap memperbaiki struktur keuangan perseroan di tengah pasar yang masih fluktuatif.
Jadi, intinya, di balik pelemahan IHSG yang menegangkan, ada analis yang justru sedang mengamati dengan saksama. Mereka mencari permata di antara puing-puing, dengan catatan: ekstra hati-hati dan jangan serakah.
Artikel Terkait
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak
Saham Konglomerat Terjun Bebas, Anjlok Hingga 40% Menjelang Lebaran
Wall Street Ditutup Menguat Meski Kenaikan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen