Di forum ekonomi yang digelar di Jakarta, Kamis lalu, Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa lembaganya telah memberikan sejumlah masukan langsung kepada MSCI. Lembaga global penyedia indeks itu, menurut Pandu, sebenarnya sudah menyampaikan dengan cukup gamblang apa yang perlu dilakukan oleh para pemangku kepentingan di Indonesia.
Kalau akhirnya Indonesia benar-benar tergeser ke status frontier market, posisinya bakal setara dengan Bangladesh, Pakistan, atau Senegal dalam klasifikasi MSCI. Pandu pun menyoroti hal ini.
"Regulator harus bisa bertindak. Saya membaca daftar frontier market itu mengingat persiapannya ke arah sana ada negara seperti Bangladesh, Pakistan, Senegal. Mungkin ini cita-cita dari regulasi, saya tidak tahu. Saya serahkan sepenuhnya kepada regulator,"
ujarnya dalam Prasasti Economic Forum 2026.
Namun begitu, fokus Danantara sebagai pelaku investasi tak berubah: tetap mengembangkan portofolio, termasuk di pasar modal. Hanya saja, kedalaman pasar dan likuiditas adalah dua hal krusial yang selalu dipertimbangkan.
Artikel Terkait
Emas, Pilar Ketahanan Finansial Keluarga di Tengah Gejolak Ekonomi
Emas Tembus Rp3 Juta, Pedagang Pasar Cikini Ungkap Rahasia Investasi yang Tak Lekang Zaman
IHSG Tergelincir 88 Poin, Sektor Transportasi Jadi Penyelamat di Tengah Banjir Merah
Sarapan Pagi di Kantor Menko Perekonomian, Para Petinggi Bahas Strategi Jaga Stabilitas