“Saya tidak ingin melangkah terlalu jauh dengan kesimpulan itu,” ujarnya.
Masih ada tanda-tanda perlambatan yang berlanjut, menurutnya.
Saat ditanya syarat untuk pemangkasan suku bunga berikutnya, Powell bersikukuh The Fed belum menetapkan patokan khusus apapun. Mereka tampaknya ingin menjaga fleksibilitas.
“Kami tidak mencoba merumuskan suatu tes mengenai kapan akan memangkas suku bunga lagi,” jelas Powell.
“Yang kami sampaikan adalah bahwa kami berada pada posisi yang baik untuk mengambil keputusan dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya, dengan melihat data yang masuk.”
Keputusan menahan suku bunga ini sebenarnya sudah banyak diantisipasi. The Fed sendiri telah memangkas suku bunga tiga kali berturut-turut di akhir 2025 lalu. Proyeksi yang dirilis Desember tahun lalu masih membuka peluang pemangkasan lanjutan tahun ini. Tapi inflasi yang relatif tinggi membuat sebagian pihak ragu, seberapa mendesak langkah itu harus diambil.
Dalam pernyataan terbarunya, The Fed juga meningkatkan penilaian terhadap kinerja ekonomi. Mereka kini menyebut pertumbuhan berada pada level “solid”, naik dari penilaian sebelumnya yang cuma “moderat”. Rujukan soal kenaikan inflasi pun dihapus dari pernyataan.
Soal inflasi, Powell menyebut kondisinya cukup positif. Meski begitu, inflasi inti diperkirakan masih mentok di level 3 persen pada akhir 2025. Angka itu masih satu poin persentase di atas target yang diinginkan bank sentral. Jadi, perjalanan masih panjang.
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak ke Level Tertinggi Empat Bulan, Ketegangan Iran dan Dolar Melemah Jadi Pemicu
Emas Tembus USD 5.400, Ketegangan Global Picu Reli Gila-Gilaan
Badai MSCI Guncang IHSG, Saham Komoditas Jadi Pelindung di Tengah Panik
BCA Siapkan Buyback Rp 5 Triliun, Tunggu Restu Pemegang Saham pada 2026