Kini, fokus pelaku pasar beralih ke rapat kebijakan Federal Reserve yang baru saja dimulai. Mayoritas berasumsi bank sentral AS akan mempertahkan suku bunga acuannya. Tapi yang tak kalah seru, investor juga menanti-nanti kejelasan soal siapa pengganti Ketua The Fed Jerome Powell nantinya.
Lalu bagaimana dengan logam mulia lainnya? Ternyata, perak juga sedang dalam performa gemilang. Harga spot-nya melonjak tajam 7,4 persen menjadi USD 111,59 per ons. Ini terjadi setelah sebelumnya, pada Senin, perak mencetak rekor puncak di level USD 117,69. Kalau dilihat dari awal tahun, kenaikan perak sudah menembus lebih dari 50 persen fantastis!
Meski begitu, bukan berarti perjalanannya akan mulus. BMI, sebuah unit dari Fitch Solutions, punya pandangan lain. Mereka memperkirakan harga perak justru akan melemah dalam beberapa bulan ke depan. Alasannya, ketatnya pasokan diperkirakan akan mereda, sementara permintaan dari industri mulai memuncak seiring perlambatan ekonomi China daratan.
Sementara itu, di kancah logam lain, platinum spot tercatat turun 3,1 persen ke level USD 2.673,50 per ons. Padahal di sesi sebelumnya, harganya sempat menyentuh rekor USD 2.918,80. Berbeda nasib, paladium justru menguat 2,2 persen menjadi USD 2.025,60 per ons. Pasar memang selalu penuh kejutan.
Artikel Terkait
Jelantah Bisa Ditukar Poin Belanja, Alfamart Tambah 100 Kotak Penampung
Harga Emas Antam Melonjak Tajam, Sentuh Rp2,9 Juta per Gram
Pasar Modal Indonesia Dapat Kartu Kuning dari MSCI, Rp150 Triliun Terancam Keluar
IHSG Terjun Bebas 6,71%, Rupiah Ikut Melemah di Tengah Sentimen Campur-Campur Asia