Nilai tukar rupiah menunjukkan tren positif di penghujung Januari ini. Berdasarkan pantauan Bloomberg pada Selasa (27/1) sore, rupiah menguat 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp 16.768 per dolar AS. Penguatan ini seolah mengonfirmasi optimisme yang disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.
Perry tampak yakin momentum ini akan berlanjut. Ia menyebut, sehari sebelumnya, rupiah sudah berada di posisi Rp 16.770.
"Kami memperkirakan rupiah akan terus menguat," ujar Perry dengan nada percaya diri.
Pernyataannya itu disampaikan dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar di Kantor Kemenkeu. Bagi Perry, kabar baiknya bukan cuma soal nilai tukar. Dia juga memproyeksikan inflasi yang tetap rendah, yang pada akhirnya bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
"Inflasi akan rendah, pertumbuhan ekonomi akan membaik," jelasnya. "Ditambah lagi, imbal hasil investasi kita tetap menarik. Komitmen BI adalah menstabilkan rupiah dan mengarahkannya ke level yang lebih kuat."
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Tantang Investor: Tertawakan Saya, Tapi Jangan Lupa Investasi
Cincin Donat untuk Pejalan Kaki: MRT Jakarta Rancang Jembatan Melingkar di Dukuh Atas
Pertamina Usul Batasi Pembelian LPG 3 Kg Maksimal 10 Tabung per KK Mulai 2026
LPS Soroti Suku Bunga Simpanan yang Belum Turun Sesuai Sinyal Pasar