PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akhirnya memberikan kejelasan soal rencana perpanjangan jalur Commuter Line. Targetnya, kereta listrik atau KRL itu bisa melaju hingga Cikampek sebelum tahun 2029. Kabar ini cukup dinanti-nanti, terutama oleh para penglaju yang rutin melintas di koridor itu.
Menurut Direktur Utama KCI, Mochamad Purnomosidi, pembahasan soal perpanjangan rute ini sudah dilanjutkan ke Bappenas. Prosesnya sedang berjalan.
“Untuk Cikampek, sekarang masih dalam tahap pembahasan. Kita sudah mengirim surat ke Bappenas dan harus ditindaklanjuti. KAI sudah menyampaikannya, semoga tidak lama lagi. Soalnya, target Presiden pun sebelum 2029, Cikampek harus sudah beroperasi,”
ujar Purnomosidi dalam acara Performance KCI Commuter di Jakarta Pusat, Senin (26/1).
Tak cuma Cikampek, rupanya ada rencana lain yang sedang digodok. KRL juga akan diperpanjang hingga Merak, Banten. Hal ini pun konon sudah disampaikan ke Bappenas.
“Termasuk Merak. Itu juga sudah kami kirimkan rencananya melalui KAI, terkait penambahan perpanjangan sampai Cikampek dan Merak,”
tambahnya.
Di sisi lain, ada kabar baik untuk pengguna Commuter Line di rute Rangkasbitung. Stasiun baru, yaitu Stasiun Jatake, rencananya akan diresmikan pekan ini. Begitu peresmian selesai, stasiun itu langsung beroperasi. Soalnya, dari segi rambu, sistem tiket, dan kesiapan petugas, semuanya sudah siap.
“Untuk Jatake, insyaallah kemungkinan hari Rabu (28/1) akan diresmikan. Dari sisi tugas kami, semuanya sudah selesai. Sudah kami siapkan semaksimal mungkin,”
kata Purnomosidi.
Sementara itu, nasib Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara agak berbeda. KCI masih menunggu konfirmasi dari Dinas Perhubungan DKI yang sedang menata lalu lintas di sekitarnya. Rencananya, stasiun ini baru beroperasi April 2026.
“Harapannya awal Maret nanti, semua infrastruktur di stasiun JIS sudah terpenuhi. Jadi di Maret itu kami bisa masuk untuk melengkapi kebutuhan pelayanan, seperti sistem tiket dan lain-lain,”
jelasnya.
Lonjakan Penumpang di 2025: Tembus 400 Juta Lebih
Membahas kinerja, sepanjang 2025 ini volume penumpang Commuter Line ternyata meningkat cukup signifikan. Angkanya mencapai 400,9 juta orang, tumbuh sekitar 7% dibanding tahun sebelumnya.
Jabodetabek masih jadi penyumbang terbesar dengan 349,3 juta pengguna. Disusul Area Bandung (18,7 juta), Surabaya (16 juta), Yogyakarta (10,1 juta), Merak (4,46 juta), dan Basoetta (2,35 juta).
Operasionalnya sendiri, KCI menjalankan lebih dari 1.280 perjalanan per hari. Frekuensi tertinggi masih di Jabodetabek, yaitu 1.065 perjalanan.
Ke depan, untuk tahun 2026, KCI memproyeksikan jumlah pengguna akan naik lagi jadi sekitar 406,1 juta orang. Pertumbuhan yang cukup mencolok diperkirakan terjadi di layanan Basoetta (21%) dan KRL Yogyakarta (6%). Tampaknya, layanan kereta komuter ini masih akan terus menjadi andalan.
Artikel Terkait
PT Bersama Mencapai Puncak Tbk Bangun Pabrik Sterilisasi Makanan di Malang, Targetkan Ekspor ke ASEAN dan Timur Tengah
Mantan Kapolri Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Fokus Perkuat Keamanan Siber
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor di Tuban, Targetkan Kirim 450 Ribu Ton Semen ke AS pada 2026
Bank Mandiri Siapkan Dana Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Obligasi Hijau Jatuh Tempo Juli 2026