Para pemegang saham PT Gunawan Dianjaya Steel (GDST) bakal menerima kabar baik di akhir pekan ini. Perusahaan baja itu akan mencairkan dividen interim senilai Rp23,1 miliar, tepatnya pada Jumat, 23 Januari 2026. Buat investor yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per 9 Januari lalu, haknya adalah Rp2,5 per lembar saham.
Keputusan pembagian ini sendiri sudah disetujui oleh Dewan Komisaris, berdasarkan rapat direksi yang digelar pada 23 Desember 2025. Jadi, ini bukan hal yang mendadak.
Nah, dari mana sumber dananya? Dividen ini diambil dari laba bersih GDST yang tercatat hingga akhir September 2025. Angkanya cukup sehat, mencapai Rp64,96 miliar. Di sisi lain, posisi keuangan perseroan juga terlihat kuat. Saldo laba ditahan yang bebas dipakai mencapai Rp341,2 miliar, sementara ekuitasnya menembus angka Rp1,42 triliun.
Kalau melihat kinerja operasionalnya, hingga kuartal ketiga tahun lalu penjualan GDST menyentuh Rp1,8 triliun. Dari angka itu, laba bersih yang berhasil dibukukan sekitar Rp65 miliar atau setara dengan 3,6% dari total penjualan bersih.
Yang menarik, performa ekspor mereka juga cukup moncer. Dalam dua kali pengiriman saja, yakni Agustus dan Oktober 2025, GDST berhasil mengirimkan baja ke Filipina dan Korea Selatan. Volume ekspornya masing-masing 8.000 ton dan 11.000 ton.
Secara kumulatif, hingga Oktober 2025 total ekspor mereka sudah mencapai 22.000 ton. Angka ini melonjak drastis, naik sekitar 590 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sebuah lompatan yang patut dicatat.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 3,06 Persen ke Level 7.152, Seluruh Sektor Saham Tertekan
Saham LPPF dan ASGR Anjlok ke ARB Usai Ex Dividen, Terjebak Fenomena Dividend Trap
Merdeka Gold Tak Bagikan Dividen karena Saldo Laba Masih Negatif
Saiko Consultancy Alihkan Target Akuisisi ke HBS Food Setelah Gagal Caplok Soraya Berjaya