Pagi ini, IHSG membuka perdagangan dengan catatan positif. Indeks saham gabungan kita naik 31,952 poin, mengantar posisinya ke level 9.165,825. Kenaikan itu sekitar 0,35 persen. Sebelumnya, pada sesi pre-opening, sentimen sudah terlihat optimis dengan penguatan 22,316 poin.
Namun begitu, ceritanya agak berbeda di pasar valas. Rupiah justru tertekan terhadap dolar AS. Menurut pantauan Bloomberg sekitar pukul 08.50 WIB, kurs rupiah melemah 68 poin ke posisi Rp 16.955 per dolar. Pelemahan ini mencapai 0,40 persen kontras dengan kinerja IHSG yang cukup hangat.
Lalu bagaimana dengan bursa regional? Ternyata, mayoritas pasar Asia pagi ini justru berwarna merah.
Indeks Nikkei 225 di Jepang anjlok cukup dalam, turun lebih dari 528 poin atau hampir 1 persen. Posisinya kini di 53.055.
Sementara di Hong Kong, Hang Seng sedikit tertekan, turun 23,49 poin.
Pasar China juga lemah. Indeks SSE Composite merosot 4,14 poin ke level 4.109,859.
Tak ketinggalan, Singapura ikut merasakan tekanan. Indeks Straits Times mereka turun 6,149 poin.
Jadi, sementara IHSG bernafas lega di zona hijau, sejumlah bursa besar di Asia justru tampak lesu di awal sesi. Sebuah dinamika yang menarik untuk dicermati lebih lanjut.
Artikel Terkait
Sektor Barang Konsumsi Dinilai Jadi Tempat Berlindung Aman bagi Investor di Tengah Risiko Kebijakan
IHSG Melonjak 3,63% di Awal Pekan, Didorong Kesepakatan Damai AS-Iran
IHSG Tembus 6.177 pada Awal Pekan, Seluruh Sektor dan Indeks Acuan Kompak Menguat
Diskon 50% Tambah Daya Listrik PLN di Jakarta Mulai 10 Juni, Pakai Kode Promo HUTDKI499