Fokus pertemuan dengan Menkeu itu sendiri adalah bagaimana mengaktifkan dana-dana yang selama ini pasif. Tujuannya jelas: agar berdampak nyata, terutama untuk kesejahteraan masyarakat. Nasaruddin juga berencana membahas persiapan rapat kerja Ikatan Ahli Ekonomi Syariah.
Angkanya memang fantastis. Kalau semua dana umat dari zakat, infak, sampai wakaf bisa dihimpun dan dikelola dengan baik, nilainya bisa menyentuh Rp 1.200 triliun setiap tahunnya. Itu angka yang sangat serius untuk tidak digarap.
“Sehingga berkontribusi ke kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya, menegaskan tujuan akhir dari seluruh upaya ini.
Jadi, pertemuan singkat siang itu bukan sekadar silaturahmi biasa. Ada agenda besar di baliknya: membangunkan raksasa ekonomi syariah yang masih terlelap.
Artikel Terkait
Tjokro Group Lepas Rp158,57 Miliar untuk Kendali Penuh GPSO
Mentan Ajukan Anggaran Rp5,1 Triliun untuk Bangkitkan Pertanian Pasca Banjir Bandang Sumatera
Ormat Geothermal Kantongi Wilayah Kerja Panas Bumi Telaga Ranu
IHSG Sentuh Rekor Baru, Saham-saham Siklikal Pimpin Pesta di Bursa