Di sisi lain, MKNT sebenarnya sedang menyiapkan langkah besar. Mereka baru saja mendapat suntikan dana segar berupa pinjaman tanpa bunga yang jumlahnya fantastis: Rp823 miliar. Uang itu rencananya dipakai untuk membeli dua perusahaan di Banten.
Nah, rinciannya begini. Sekitar Rp155 miliar dialokasikan untuk mengakuisisi hampir seluruh saham PT Radja Udang Malingping, yang fokus pada budidaya udang. Sisa dana yang jauh lebih besar, Rp668 miliar, ditujukan untuk mengambil alih PT Citra Baru Steel, sebuah pabrik baja di kawasan Cikande, Serang.
Manajemen beralasan, akuisisi ini penting untuk menjaga kelangsungan hidup MKNT ke depannya. Namun begitu, rencana ini belum final. Semuanya masih sebatas Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), belum eksekusi penuh.
Kondisi MKNT di bursa sendiri sedang tidak baik-baik saja. Sahamnya kini disuspensi oleh BEI. Penyebabnya beragam, mulai dari ekuitas yang sudah negatif hingga keterlambatan penyampaian laporan keuangan. Harganya mentok di Rp1 per lembar, dengan kapitalisasi pasar yang menyusut drastis tinggal Rp6 miliar.
Jadi, di tengah rencana pemulihan lewat akuisisi besar-besaran, perusahaan justru ditinggal oleh dua komisarisnya. Situasi yang cukup menarik untuk dicermati perkembangannya.
Artikel Terkait
IHSG Tersenyum Tipis, Tapi Ancaman Profit Taking Mengintai
Bank Sentral Dunia Serukan Solidaritas, Desak Independensi The Fed di Tengah Tekanan Trump
Laporan JPMorgan Gagalkan Optimisme Pasar Meski Inflasi AS Melunak
Wall Street Berakhir Merah, Dihantui Laporan JPMorgan Meski Inflasi Melandai