Prabowo Santai Soal Tenggat, Fokus Genjot Eksplorasi Energi

- Senin, 12 Januari 2026 | 21:06 WIB
Prabowo Santai Soal Tenggat, Fokus Genjot Eksplorasi Energi

Presiden Prabowo Subianto tampaknya tak terlalu khawatir dengan tenggat waktu. Ia mengaku legowo jika target swasembada energi tak tercapai dalam lima tahun masa pemerintahannya. Bahkan, menurutnya, butuh waktu enam atau tujuh tahun pun tak masalah.

Baginya, yang terpenting adalah arah dan komitmen. "Kita harapkan dalam 5 tahun kita bisa mencapai ini," ujarnya. "Tapi tidak ada masalah kalau tidak 5 tahun, tahun ke-6. Kalau tidak tahun ke-6, tahun ke-7. Yang penting kita harus menuju ke situ."

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan RDMP Balikpapan, Senin lalu. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa kemandirian pangan dan energi adalah hal mendasar bagi negara merdeka. Dan Indonesia, kata dia, punya sumber daya yang luar biasa besar untuk mewujudkannya.

Ia lalu menyebutkan sejumlah potensi yang dimiliki. Cadangan batu bara kita salah satu yang terbesar di dunia. Tak hanya itu, dari tanaman seperti kelapa sawit, kita bisa menghasilkan biodiesel. Ada juga proyek gasifikasi batu bara menjadi DME yang bisa menggeser impor LPG.

"Kita juga bisa hasilkan bensin, kita bisa hasilkan produk-produk energi lainnya," terangnya dengan nada optimis.

Di sisi lain, Prabowo mengakui ada potensi yang masih terlewat. Panas bumi Indonesia disebutnya yang terbesar di dunia, sayangnya belum dimanfaatkan maksimal. Begitu pula dengan energi air dan surya yang masih punya ruang pengembangan sangat luas.

Meski target energi bisa molor, ia punya contoh keberhasilan yang justru lebih cepat dari perkiraan: swasembada beras. Target awalnya empat tahun, tapi tercapai hanya dalam satu tahun. "Ini sesuatu yang tidak diduga-duga oleh siapa pun," ungkapnya, seolah memberi sinyal bahwa percepatan tetap mungkin terjadi.

Nah, untuk mendorong semua itu, Prabowo memberi instruksi langsung kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Titik beratnya ada di sektor hulu.

"Cadangan minyak kita sangat besar, cadangan gas kita sangat besar, tinggal kita mengelola dan mengejarnya," tandasnya. "Saya minta ya Menteri ESDM, segera perluas eksplorasi, segera mempermudah mereka yang mau eksplorasi. Jangan dikutip-kutip di depan."

Pesan terakhirnya itu terdengar seperti seruan sekaligus peringatan. Ia ingin investasi dan eksplorasi digenjot, tanpa hambatan birokrasi yang berbelit. Soal waktu? Ia santai saja. Asal langkahnya konkret dan terus maju.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar