IHSG Gagal Pertahankan 9.000, Saham Tambang Jadi Penghambat

- Kamis, 08 Januari 2026 | 17:05 WIB
IHSG Gagal Pertahankan 9.000, Saham Tambang Jadi Penghambat

Hari Kamis kemarin, IHSG sempat bikin deg-degan. Indeks itu nyentuh level psikologis 9.000 di tengah sesi perdagangan, memberi harapan untuk penutupan yang kuat. Tapi ternyata, momentumnya tak bertahan lama. Di sesi kedua, tenaga mulai buyar dan akhirnya indeks ditutup melemah 0,22 persen ke posisi 8.925.

Kalau dilihat dari pergerakan saham secara keseluruhan, suasana pasar memang terbelah. Ada 328 saham yang berhasil naik, tapi jumlah yang melemah sedikit lebih banyak, yaitu 380 saham. Sementara itu, 250 saham lainnya cenderung diam di tempat. Meski indeks turun, transaksi justru cukup sibuk. Volume perdagangan mencapai 51,2 miliar saham dengan nilai tembus Rp28,2 triliun.

Nah, siapa yang jadi pemberat utama? Tampaknya saham-saham tambang punya andil besar. ANTM, misalnya, terperosok cukup dalam dengan penurunan 9,3 persen ke level Rp3.490. ADMR juga tak kalah parah, anjlok 7,8 persen ke Rp1.710. Dua saham ini jelas menarik IHSG ke zona merah.

Tak cuma indeks utama yang merana. Indeks-indeks lainnya ikut-ikutan lesu. LQ45 turun 0,43 persen, JII melemah 0,33 persen. Sementara IDX30 dan MNC36 catatannya lebih buruk lagi, masing-masing merosot 0,72 persen dan 0,70 persen.

Di sisi lain, pergerakan sektor saham terbilang beragam. Ada yang hijau, ada pula yang merah menyala. Sektor energi, properti, dan infrastruktur termasuk yang masih mampu bertahan di wilayah positif. Sayangnya, sektor-sektor seperti bahan baku, industri, dan teknologi justru menjadi penyumbang pelemahan.

Tentu saja, di tengah koreksi ini selalu ada pelari terdepan. Beberapa saham malah menunjukkan performa luar biasa. KIJA melesat tinggi, naik 24,8 persen. BSIM dan GTSI juga tak mau kalah, masing-masing menguat 21,3 persen dan 18,8 persen. Mereka adalah top gainers hari itu.

Sebaliknya, daftar top losers diisi oleh nama-nama yang terpukul keras. CARE tercatat merosot 14,6 persen, disusul INPC yang anjlok 13,7 persen. TOBA juga ikut terpuruk dengan pelemahan 10,4 persen.

Begitulah kira-kira dinamika pasar saham pada Kamis, 8 Januari 2026. Sebuah hari di mana harapan sempat mengembung di level 9.000, tapi akhirnya harus puas dengan koreksi tipis.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar