Hari Kamis kemarin, IHSG sempat bikin deg-degan. Indeks itu nyentuh level psikologis 9.000 di tengah sesi perdagangan, memberi harapan untuk penutupan yang kuat. Tapi ternyata, momentumnya tak bertahan lama. Di sesi kedua, tenaga mulai buyar dan akhirnya indeks ditutup melemah 0,22 persen ke posisi 8.925.
Kalau dilihat dari pergerakan saham secara keseluruhan, suasana pasar memang terbelah. Ada 328 saham yang berhasil naik, tapi jumlah yang melemah sedikit lebih banyak, yaitu 380 saham. Sementara itu, 250 saham lainnya cenderung diam di tempat. Meski indeks turun, transaksi justru cukup sibuk. Volume perdagangan mencapai 51,2 miliar saham dengan nilai tembus Rp28,2 triliun.
Nah, siapa yang jadi pemberat utama? Tampaknya saham-saham tambang punya andil besar. ANTM, misalnya, terperosok cukup dalam dengan penurunan 9,3 persen ke level Rp3.490. ADMR juga tak kalah parah, anjlok 7,8 persen ke Rp1.710. Dua saham ini jelas menarik IHSG ke zona merah.
Tak cuma indeks utama yang merana. Indeks-indeks lainnya ikut-ikutan lesu. LQ45 turun 0,43 persen, JII melemah 0,33 persen. Sementara IDX30 dan MNC36 catatannya lebih buruk lagi, masing-masing merosot 0,72 persen dan 0,70 persen.
Artikel Terkait
OJK Waspadai Dampak Panjang Ketegangan AS-Venezuela bagi Ekonomi Indonesia
RLCO Cetak Rekor 17 Kali Auto Reject, Saham Sarang Walet Tembus Rp4.010
IHSG Menguat ke 8.960, Rupiah Justru Tergilas ke Rp 16.835
Pasar Modal Indonesia Pecahkan Rekor: Investor Tembus 20 Juta, Likuiditas Didominasi Ritel