IHSG masih menunjukkan sinyal penguatan di perdagangan Kamis (8/1/2026) ini. Analis MNC Sekuritas memproyeksikan indeks berpeluang melanjutkan tren naik untuk menguji area 8.994 hingga 9.077. Tapi, jangan terlalu euforia dulu.
Di sisi lain, mereka juga mengingatkan untuk mewaspadai potensi koreksi. Jika tekanan jual muncul, level 8.777 sampai 8.879 bisa menjadi area ujian berikutnya bagi IHSG.
“Namun, waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8.777-8.879,” tulis riset MNC Sekuritas.
Kemarin, IHSG memang ditutup menguat tipis 0,13 persen di level 8.944. Meski begitu, ada sentimen campur aduk. Target terdekat sudah tercapai, namun tekanan jual terpantau muncul dan mengganggu ritme. Menurut analisa teknikal mereka, posisi IHSG saat ini diduga sedang berada dalam bagian dari wave (v) dari wave [iii]. Untuk berjaga-jaga, support bisa dilihat di 8.867 dan 8.776, sementara resistance ada di 8.960 dan 8.996.
Nah, selain proyeksi indeks, MNC Sekuritas juga merilis sejumlah rekomendasi saham untuk diperhatikan hari ini. Berikut cuplikannya.
AUTO - Buy on Weakness
Saham AUTO menguat cukup signifikan 2,97% ke Rp2.770, didorong volume beli yang masuk. Analis melihat saham ini sedang dalam bagian dari wave [c] dari wave B. Rekomendasi beli di kisaran Rp2.710-Rp2.740 dengan target Rp2.800 dan Rp2.860. Stoploss-nya di bawah Rp2.690.
ICBP - Buy on Weakness
Berbeda dengan AUTO, ICBP justru terkoreksi 0,62% ke Rp8.050. Tapi menariknya, volume pembelian masih mendominasi. Posisinya diperkirakan ada di bagian dari wave [v] dari wave C. Bisa diakumulasi saat melemah di rentang Rp7.675-Rp7.925. Target harga Rp8.250 dan Rp8.575, dengan stoploss di bawah Rp7.600.
JSMR - Buy on Weakness
JSMR ikut merasakan penguatan, naik 2,95% ke Rp3.490 dengan volume beli yang mendukung. Polanya diduga sedang di awal wave (iii) dari wave [i] dari wave C. Rekomendasi beli saat melemah di Rp3.430-Rp3.490. Targetnya Rp3.590 dan Rp3.640. Batas stoploss di bawah Rp3.380.
WIIM - Spec Buy
Yang terakhir, WIIM. Saham ini melesat tinggi dengan kenaikan 7,53% ke Rp1.785, lagi-lagi dibarengi volume beli yang solid. Posisinya diperkirakan sedang di akhir wave (i) dari wave [v]. Karena pergerakannya yang agresif, rekomendasinya adalah Spec Buy di Rp1.705-Rp1.765. Target harga Rp1.815 dan Rp1.890. Stoploss ketat di bawah Rp1.650.
Semua proyeksi dan rekomendasi ini tentu perlu disikapi dengan bijak, mengingat dinamika pasar yang bisa berubah cepat. Semoga saja sinyal penguatan IHSG benar-benar terwujud.
Artikel Terkait
BLUE Konfirmasi Akuisisi 80% Saham oleh Perusahaan Tambang Hong Kong
ASLC Bidik Pertumbuhan Dua Digit dengan Andalkan Mobil Bekas Jelang Mudik 2026
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Pesaing Tetap Stabil