ICBP - Buy on Weakness
Berbeda dengan AUTO, ICBP justru terkoreksi 0,62% ke Rp8.050. Tapi menariknya, volume pembelian masih mendominasi. Posisinya diperkirakan ada di bagian dari wave [v] dari wave C. Bisa diakumulasi saat melemah di rentang Rp7.675-Rp7.925. Target harga Rp8.250 dan Rp8.575, dengan stoploss di bawah Rp7.600.
JSMR - Buy on Weakness
JSMR ikut merasakan penguatan, naik 2,95% ke Rp3.490 dengan volume beli yang mendukung. Polanya diduga sedang di awal wave (iii) dari wave [i] dari wave C. Rekomendasi beli saat melemah di Rp3.430-Rp3.490. Targetnya Rp3.590 dan Rp3.640. Batas stoploss di bawah Rp3.380.
WIIM - Spec Buy
Yang terakhir, WIIM. Saham ini melesat tinggi dengan kenaikan 7,53% ke Rp1.785, lagi-lagi dibarengi volume beli yang solid. Posisinya diperkirakan sedang di akhir wave (i) dari wave [v]. Karena pergerakannya yang agresif, rekomendasinya adalah Spec Buy di Rp1.705-Rp1.765. Target harga Rp1.815 dan Rp1.890. Stoploss ketat di bawah Rp1.650.
Semua proyeksi dan rekomendasi ini tentu perlu disikapi dengan bijak, mengingat dinamika pasar yang bisa berubah cepat. Semoga saja sinyal penguatan IHSG benar-benar terwujud.
Artikel Terkait
Wall Street Beringsut di Tengah Data Tenaga Kerja dan Ketegangan Mahkamah Agung
Ultra Voucher Genjot Ekspansi, Targetkan Integrasi dengan Seluruh EDC BCA pada 2026
Empat Emiten Lepas Status Papan Khusus, Perdagangan Kembali Normal Pekan Depan
Menteri Keuangan Bahas Insentif untuk Merger Tiga Anak Usaha Pertamina