Harga emas dunia terus merangkak naik. Pada Selasa (6/1/2026) ini, logam kuning itu kembali menguat, didorong oleh sentimen 'safe-haven' alias pelarian dana ke aset aman. Pemicunya? Ketegangan geopolitik yang memanas setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Di sisi lain, para pelaku pasar juga sibuk memantau perkembangan dari dalam negeri AS sendiri. Mereka menanti data ketenagakerjaan yang akan dirilis Jumat nanti, mencari petunjuk tentang langkah The Fed ke depan terkait suku bunga.
Faktanya, emas spot tercatat naik 1,02 persen ke level USD 4.494,63 per troy ons. Ini adalah lanjutan dari kenaikan hampir 3 persen sehari sebelumnya. Dengan posisi sekarang, harga emas kian mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di angka USD 4.549,71 yang tercapai akhir Desember lalu.
Menurut sejumlah saksi, situasi ini membuat pasar logam mulia tampak lebih waspada.
Ia menilai operasi militer AS di Venezuela akhir pekan lalu telah memperkuat permintaan aset aman seperti emas dan perak. Maduro sendiri, yang digulingkan itu, telah mengajukan pembelaan tidak bersalah atas dakwaan narkotika di New York.
Artikel Terkait
Gubernur Fed Serukan Pemotongan Bunga 150 Bps untuk Dongkrak Lapangan Kerja
Harga Minyak Melonjak 3% Usai Gejolak Venezuela dan Ancaman Pasokan Global
Harga Minyak Melonjak 3% Dihantui Ketegangan di Venezuela hingga Timur Tengah
Pasar Batu Bara Global Terancam Surplus, Harga Diprediksi Terus Melemah