Emas Melonjak Dekati Rekor, Dipicu Ketegangan AS-Venezuela dan Isyarat Suku Bunga

- Rabu, 07 Januari 2026 | 07:50 WIB
Emas Melonjak Dekati Rekor, Dipicu Ketegangan AS-Venezuela dan Isyarat Suku Bunga

Perlu diingat, emas sebagai lindung nilai tradisional memang sedang dalam performa gemilang. Sepanjang tahun lalu, harganya melonjak 64,4 persen kinerja terbaik sejak 1979! Momentum itu tampaknya masih berlanjut.

Sementara itu, semua mata tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS Jumat mendatang. Proyeksinya, penambahan lapangan kerja akan sedikit melambat jadi 60.000 di Desember, dari 64.000 bulan sebelumnya. Data ini krusial. Berdasarkan pantauan LSEG, pasar saat ini memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini.

Nah, lingkungan suku bunga rendah biasanya menguntungkan emas, aset yang tak memberikan imbal hasil. Morgan Stanley bahkan punya proyeksi optimis: harga emas bisa melesat hingga USD 4.800 per ons di kuartal IV 2026. Pendorongnya adalah penurunan suku bunga, pergantian pimpinan The Fed, serta aksi beli yang kuat dari bank sentral dan dana investasi.

Tak hanya emas, logam mulia lain juga ikut meroket. Perak spot naik 5,4 persen ke USD 80,68 per ons, meski masih di bawah rekor tertingginya di USD 83,62. Sepanjang 2025, perak benar-benar bersinar dengan kenaikan fantastis 147 persen, ditopang permintaan industri dan investor.

Platinum dan palladium pun tak ketinggalan. Platinum naik 7,2 persen ke USD 2.435,20, sementara palladium menguat 5,9 persen ke level USD 1.821,68 per ons. Pasar tampaknya masih bergejolak, dan aset-aset klasik ini kembali menjadi primadona di tengah ketidakpastian.


Halaman:

Komentar