Kini, kepastian itu datang. Dan dampaknya bisa signifikan.
“Progres berkelanjutan menuju liberalisasi pasar modal Saudi bukan hanya merupakan tonggak penting bagi kerajaan itu sendiri, tetapi juga bagi kawasan secara lebih luas,”
Kata Adnan El-Araby, seorang manajer investasi di Barings. Sentimen positif ini penting. Pasalnya, puluhan perusahaan Saudi sedang antre untuk go public. CEO bursa setempat bahkan menyebut ada 40 perusahaan yang sudah mengajukan izin, dengan potensi total IPO bisa mencapai 100 perusahaan.
“Tim penyusun indeks kami memperkirakan bahwa kenaikan batas kepemilikan asing dari 49 persen saat ini menjadi 60-100 persen berpotensi menarik aliran dana pasif sebesar USD3,4 miliar hingga USD10,2 miliar dari investor global yang mengikuti indeks MSCI dan FTSE,”
Demikian penjelasan Naresh Bilandani, direktur pelaksana riset ekuitas di Jefferies International Limited. Angka yang tidak kecil.
Pengumuman ini jelas jadi sorotan. Setelah tahun yang suram, pasar Saudi butuh angin perubahan. Dan perubahan itu kini resmi dimulai. Tinggal menunggu respons dari para pelaku pasar global.
Artikel Terkait
BEI Hapus Pencatatan 18 Emiten, Efektif November 2026
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun dari Kinerja 2025
Cadangan LPG Nasional Kembali Normal Setelah Sempat Kritis
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Yield Capai 8,4%