Saudi Arabia Buka Keran Lebar, Investor Asing Bebas Masuk ke Pasar Saham

- Rabu, 07 Januari 2026 | 07:40 WIB
Saudi Arabia Buka Keran Lebar, Investor Asing Bebas Masuk ke Pasar Saham

Pasar saham Arab Saudi kini benar-benar terbuka. Dalam langkah berani terbarunya, kerajaan itu menghapus semua hambatan bagi investor asing untuk masuk ke pasar modal terbesar di Timur Tengah. Ini adalah upaya serius Riyadh untuk menarik lebih banyak modal asing, yang saat ini sangat dibutuhkan.

Dulu, aturannya ketat. Investor dari luar harus memenuhi syarat khusus, seperti mengelola aset minimal 500 juta dolar AS, untuk bisa bertransaksi. Konsep "Qualified Foreign Investor" itu sekarang dihapus begitu saja. Mulai 1 Februari nanti, siapa pun dari luar Saudi bisa berinvestasi langsung di pasar utama mereka.

“Perubahan yang disetujui menghapus konsep Qualified Foreign Investor di pasar utama, sehingga memungkinkan semua kategori investor asing mengakses pasar tanpa harus memenuhi persyaratan kualifikasi,”

Begitu bunyi pernyataan resmi Otoritas Pasar Modal Saudi, Rabu lalu. Langkah ini bukan datang tiba-tiba. Ini bagian dari rangkaian reformasi yang sudah berjalan, upaya menghidupkan kembali bursa yang sempat lesu. Tahun lalu, indeks acuan Tadawul All Share anjlok hampir 13 persen, kinerjanya jauh di bawah pasar negara berkembang lainnya.

Di sisi lain, kebutuhan akan uang dari luar memang mendesak. Pengeluaran pemerintah membengkak, sementara pendapatan dari minyak tidak sebesar dulu. Defisit anggaran pun kian dalam, berpotensi memperlambat laju investasi. Kehadiran investor asing diharapkan jadi suntikan segar.

Sebenarnya, dana asing sudah ada. Hingga akhir September, nilainya lebih dari 590 miliar riyal atau sekitar 157 miliar dolar AS, dari total kapitalisasi pasar yang mencapai 2,3 triliun dolar AS. Tapi, 88 persennya terkonsentrasi di saham-saham indeks utama. Keleluasaan baru ini diharapkan bisa menyebarkan investasi lebih merata.

Menurut sejumlah saksi, langkah liberalisasi ini sudah dinanti. Saham lokal sempat meroket September lalu saat kabar rencana pelonggaran beredar. Sayangnya, euforia itu meredup setelah regulator menyatakan belum ada keputusan final soal waktu pelaksanaannya.


Halaman:

Komentar